PLN Akan Libatkan Kemenkeu Soal Harga Solar

Senin, 11 Agustus 2014 - 12:21 WIB
PLN Akan Libatkan Kemenkeu...
PLN Akan Libatkan Kemenkeu Soal Harga Solar
A A A
JAKARTA - PT PLN (Persero) mengakui saat ini masih ada permasalahan yang belum terselesaikan dengan PT Pertamina, meski keduanya menyetujui harga solar yang diinginkan pada semester II/2014.

Kepala Divisi Gas dan BBM PLN, Suryadi Mardjoeki mengungkapkan bahwa permasalahan tersebut karena keinginan Pertamina mengenai perubahan harga tersebut dihitung sejak 2013.

"Pertamina sudah menghendaki harga itu sejak 2013," kata Suryadi di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (11/8/2014).

Menurutnya, keinginan Pertamina tersebut berkaitan dengan subsidi listrik. Karena itu, untuk menyelesaikan permasalahan ini akan berdiskusi dan melibatkan pihak dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Menyikapi ini, PLN akan bergantung kepada Dirjen Anggaran karena berpengaruh kepada subsidi listrik. Jadi kita benar-benar menyerahkan kepada Dirjen Anggaran untuk masalah ini," ungkapnya.

Jika Dirjen Anggaran menyetujui harga solar sejak 2013 seperti yang dihendaki Pertamina, lanjut Suryadi, PLN pun juga akan mengikuti kebijakan tersebut.

"Yang penting kan sekarang Dirjen yang punya uang untuk subsidi listrik, itu kita ikuti. Dirjen Anggaran setuju, kita juga setuju. Ya saya harapkan Pertamina bisa mensuplai," tutur dia.

Suryadi mengungkapkan, harga beli solar PLN ke Pertamina sebelumnya disesuaikan dengan olasi harga diantranya 22 lokasi dengan harga MOBS+5%, 2 lokasi MOBS +8%. Satu lokasi MOBS +8,5% semua lokasi MOBS+9,5%. "Jadi kalau dirata-rata kita dengan Pertamina dengan mop+7,9%," paparnya.

Namun, sejak Juli 2014 harga tersebut dinaikkan sesuai kesepakatan kedua belah pihak untuk HSD, MOBS +9,5% untuk hsd dan mop+11 persen. "PLN sudah mengeluarkan surat persetujuan kepada Pertamina bahwa PLN sudah setuju untuk harga," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Pengamat Minta Rencana...
Pengamat Minta Rencana IPO PT ASDP Persero Dibatalkan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Setoran Pertamina Cetak...
Setoran Pertamina Cetak Rekor, Legislator: Ke Depan Maksimalkan Potensi Hulu
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
2 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
2 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
3 jam yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
3 jam yang lalu
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
4 jam yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
4 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved