Penjualan Tiket KA di Luar Stasiun Belum Maksimal
Senin, 11 Agustus 2014 - 18:10 WIB
Penjualan Tiket KA di Luar Stasiun Belum Maksimal
A
A
A
SEMARANG - Meski penjualan tiket melalui berbagai chanel eksternal di luar loket penjualan di Stasiun sudah cukup banyak, namun belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarkat.
Hal itu dibuktikan dengan masih banyaknya antrean pembelian tiket di loket stasiun selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2014.
Masih banyaknya antrean pembelian tiket di loket stasiun tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi Daop IV Semarang. Pasalnya Daop IV berharap, masyarkat lebih memanfaatkan chanel ekternal ketimbang loket di stasiun.
"Persoalan pembelian tiket ini masih menjadi sorotan karena masih saja terjadi antrean di loket stasiun. Padahal, pembelian tiket di luar bisa dilakukan melalui kantor pos, minimarket, dan tempat-tempat yang melayani penjualan tiket KA," kata Vice Presiden PT KAI Daop IV Semarang Wawan Ariyanto, Senin (11/8/2014).
Dia mengaku, antrean tiket di loket stasiun tidak sebanyak saat arus mudik dan arus balik tahun lalu, dan mengalami penurunan cukup banyak.
"Memang tidak sampai mengular seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi kami tetap mengharapkan antrean di loket stasiun bisa dihindari," ujarnya.
Menurut dia, belum maksimalnya penjualan tiket KA melalui chanel eksternal, karena belum maksimalnya sosialisasi kepada masyarkat. Sebab itu pihaknya akan terus gencar melakukan sosialisasi kepada masyarkat.
"Kami berharap, masyarakat lebih memanfaatkan chanel eksternal untuk membeli tiket, karena selain tidak perlu antre, juga ada diskon Rp7.500," terangnya.
Selain persoalan penjualan tiket, hal lain yang belum mampu maksimal selama arus mudik dan arus balik ada pemanfaatan angkutan sepeda motor gratis. Di mana selama lima hari angkutan motor gratis, hanya mengangkut 489 sepeda motor, padahal kapasitasnya lebih dari 1.000 sepeda motor.
Sementara, terkait dengan pemanfaatan jalur KA selama arus mudik dan balik, Manajer Humas PT KAI DAOP IV Semarang Suprato menyebutkan, sampai hari terakhir penutupan angkutan Lebaran pada 10 Agustus jumlah penumpang mencapai 359.698 orang.
"Jumlah penumpang ini mengalami kenaikan 52% dari tahun lalu yang hanya 236.380 penumpang," ucapnya.
Hal itu dibuktikan dengan masih banyaknya antrean pembelian tiket di loket stasiun selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2014.
Masih banyaknya antrean pembelian tiket di loket stasiun tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi Daop IV Semarang. Pasalnya Daop IV berharap, masyarkat lebih memanfaatkan chanel ekternal ketimbang loket di stasiun.
"Persoalan pembelian tiket ini masih menjadi sorotan karena masih saja terjadi antrean di loket stasiun. Padahal, pembelian tiket di luar bisa dilakukan melalui kantor pos, minimarket, dan tempat-tempat yang melayani penjualan tiket KA," kata Vice Presiden PT KAI Daop IV Semarang Wawan Ariyanto, Senin (11/8/2014).
Dia mengaku, antrean tiket di loket stasiun tidak sebanyak saat arus mudik dan arus balik tahun lalu, dan mengalami penurunan cukup banyak.
"Memang tidak sampai mengular seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi kami tetap mengharapkan antrean di loket stasiun bisa dihindari," ujarnya.
Menurut dia, belum maksimalnya penjualan tiket KA melalui chanel eksternal, karena belum maksimalnya sosialisasi kepada masyarkat. Sebab itu pihaknya akan terus gencar melakukan sosialisasi kepada masyarkat.
"Kami berharap, masyarakat lebih memanfaatkan chanel eksternal untuk membeli tiket, karena selain tidak perlu antre, juga ada diskon Rp7.500," terangnya.
Selain persoalan penjualan tiket, hal lain yang belum mampu maksimal selama arus mudik dan arus balik ada pemanfaatan angkutan sepeda motor gratis. Di mana selama lima hari angkutan motor gratis, hanya mengangkut 489 sepeda motor, padahal kapasitasnya lebih dari 1.000 sepeda motor.
Sementara, terkait dengan pemanfaatan jalur KA selama arus mudik dan balik, Manajer Humas PT KAI DAOP IV Semarang Suprato menyebutkan, sampai hari terakhir penutupan angkutan Lebaran pada 10 Agustus jumlah penumpang mencapai 359.698 orang.
"Jumlah penumpang ini mengalami kenaikan 52% dari tahun lalu yang hanya 236.380 penumpang," ucapnya.
(izz)
Lihat Juga :