Produk Olahan Sumbang PDRB Terbesar di Jateng

Selasa, 12 Agustus 2014 - 17:36 WIB
Produk Olahan Sumbang...
Produk Olahan Sumbang PDRB Terbesar di Jateng
A A A
SEMARANG - Perekonomian Jawa Tengah (Jateng) yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada triwulan II/2014 mengalami kenaikan 1,8% dibandingkan triwulan I/2014.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Jam Jam Zamachsyari mengatakan, PDRB Jateng atas dasar harga berlaku pada triwulan II/2014 mencapai Rp174.338,0 miliar, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 sebesar Rp59.114,0 miliar.

"PDRB Jateng pada triwulan II/2014 dibandingkan triwulan yang sama 2013 mengalami pertumbuhan sebesar 5,2%," katanya.

Sumbangan PDRB terbesar diberikan oleh sektor industi pengolahan, yang mencapai Rp58,2 miliar, naik sekitar 3,2% dibandingkan semester pertama tahun ini sebesar Rp55,8 miliar.

Dia mengatakan, secara keseluruhan pertumbuhan terjadi pada semua sektor, kecuali sektor pertanian. Pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 4,1%, disusul sektor pengolahan naik sebesar 3,2%.

Sedangkan petumbuhan terendah terjadi pada sektor pertanian yang mengalami pertumbuhan negatif sebesar 3,6%.

Pertumbuhan negatif sektor pertanian ini disebabkan penurunan pertumbuhan subsektor tanaman bahan makanan (Tabama) dan subsektor peternakan dan hasil-hasilnya masing-masing sebesar -6,0% dan -0,2%.

"Hanya saja untuk sub sektor lain pada sektor pertanian mengalami kenaikan. Kenaikan tertinggi dialami subsektor kehutanan sebesar 5,7%. Disusul subsektor perkebunan sebesar 5,0%, dan subsektor perikanan sebesar 2,1%," kata dia.

Di sisi penggunaan, sebagian besar PDRB digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga sebesar 62,5%, diikuti pembentukan modal tetap bruto sebesar 20,3%, konsumsi pemerintah 10,4%, ekspor neto 4,6% dan konsumsi lembaga non profit 1,6%.

Kepala Dinas Perindustian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng Petrus Edison Ambarura mengakui, kontribusi dari indutri olahan terhadap pendapatan PDRB di Jateng.

Karena itu, industri produk olahan harus terus didorong untuk terus meningkatkan produktivitasnya.

"Potensi industri produk olahan di Jateng sangat besar. Semua daerah di Jateng memiliki produk olahan sendiri dengan ciri khas masing-masing dan terus kami kembangkan," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
UMKM Jadi Kekuatan Kebangkitan...
UMKM Jadi Kekuatan Kebangkitan Ekonomi di Jawa Tengah
Menko Airlangga Dorong...
Menko Airlangga Dorong Percepatan Pembangunan Ekonomi Jawa Tengah
Program Infrastruktur...
Program Infrastruktur Gubernur Jawa Tengah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Pedesaan
Lantik Pengurus DPW...
Lantik Pengurus DPW Jateng, Kawendra Ingatkan Kebermanfaatan Gekrafs bagi Pelaku Ekraf
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Dorong Ekonomi Syariah,...
Dorong Ekonomi Syariah, Ganjar Lakukan 4 Hal Ini di Jawa Tengah
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved