Kemenkeu Dorong Transaksi Non Tunai di Pemerintahan

Selasa, 12 Agustus 2014 - 19:42 WIB
Kemenkeu Dorong Transaksi...
Kemenkeu Dorong Transaksi Non Tunai di Pemerintahan
A A A
JAKARTA - Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) saat ini tengah berencana melakukan Memorandum of Understanding (MoU) mengenai transaksi non tunai (cash) di dalam instansi pemerintahan.

"Karena intinya adalah, kita ingin mendorong penggunaan transaksi lebih banyak itu non tunai. Karena itu berkaitan dengan governance dengan accountability, juga sudah banyak. Saya kira dari beberapa waktu lalu, apakah KPK, apakah itu PPATK, jadi kita sangat mensupport," ucap Menteri Keuangan Chatib Basri di kantor Kemenkeu Jakarta, Selasa (12/8/2014).

Lebih lanjut dia menambahkan, kondisi ini mengingat hingga saat ini masih ada sisa 10% dana anggaran yang masih belum menggunakan transaksi non tunai .

"Mungkin banyak tidak tahu, 90% dari dana anggaran itu sudah non tunai. Jadi tinggal 10% yang masih belum," sebutnya.

Menurutnya, dana anggaran yang masih belum menggunakan transaksi non tunai ini dikarenakan ada beberapa pembayaran yang di daerahnya tidak memiliki bank atau bisa dikatakan daerah remote.

"Misalnya gaji guru yang remote di Maluku, di Papua, di timur sana, Anda mau ngirim pakai bank, tapi banknya enggak ada. Jadi terpaksa harus dikirim dengan tunai. Itu sebabnya, pembayaran gaji. Sedangkan transfer daerah itu sudah," sebut dia.

Menurutnya, yang menjadi isu saat ini bukan dari dana APBN ke user, tetapi yang harus nanti dikembangkan ada dua tahap, yakni dari user kepada user yang lain.

"Dia mau enggak pakai. Nah itu tidak sepenuhnya, di tangan pemerintah, karena itu kita kerjasama sama dengan BI. Juga kita berharap ada yang nanti musti ditingkatkan, misalnya belanja bantuan sosial," imbuhnya.

Dirinya pun mencontohkan, nantinya bantuan sosial (bansos) yang disalurkan kepada masyarakat akan bisa melalui rekening.

"Itu sebaiknya nanti, misalnya, saya enggak tahu nanti pemerintah baru, tapi kalau misalnya ada program, BLSM misalnya. Misalnya ada kenaikan BBM, BLSM akan sangat bagus kalau itu di transfernya melalui rekening," jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Kemenkeu Setujui Rp1...
Kemenkeu Setujui Rp1 Triliun Anggaran Tahap I Pilkada Serentak
Realisasi Lelang Kekayaan...
Realisasi Lelang Kekayaan Negara Capai Rp8,07 Triliun, Tak Sampai Setengah Target
Kemenkeu Gelar PMO Informal...
Kemenkeu Gelar PMO Informal Meeting II: Cakap Berkomunikasi di Masa Pandemi
Pemerintah Alokasikan...
Pemerintah Alokasikan Rp8 Triliun untuk Pengentasan TBC, Bagian Program Kesehatan Prioritas 2025
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved