Pasar Kurang Mendukung, BRAU Tunda Rilis Obligasi
Rabu, 13 Agustus 2014 - 12:41 WIB
Pasar Kurang Mendukung, BRAU Tunda Rilis Obligasi
A
A
A
JAKARTA - PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) memutuskan untuk menunda rencana merilis obligasi, yang akan dilakukan anak perusahaan, yakni Berau Capital Resources II Pte Ltd.
Dalam keterangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/8/2014) disebutkan bahwa penundaaan penerbitan obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (USD) tersebut mengingat kondisi pasar yang saat ini kurang mendukung.
Sekedar informasi, perseroan sebeumnya berencana menerbitkan obligasi valas sebesar USD450 juta. Dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk pembayaran kembali (refinancing) surat utang senior USD450 juta yang diterbitkan Berau Capital Resources Pte Ltd, yang akan jatuh tempo pada 8 Juli 2015.
Direktur Utama BRAU Amir Sambodo sebelumnya mengatakan, pihaknya telah melakukan roadshow dan masih berlangsung untuk menawarkan obligasi tersebut kepada lembaga atau investor lain di luar wilayah Indonesia secara terbatas.
Adapun obligasi ini akan jatuh tempo selambat-lambatnya pada tahun ke-5 sejak obligasi diterbitkan. Suku bunga obligasi tetap (fix rate) atau kupon maksimal 12% per tahun. Bunga ini akan dibayar setiap 6 bulan.
Obligasi tersebut sedianya akan dicatatkan di Bursa Singapura. Perseroan telah menunjuk Barclays, Citigroup dan Standard Chartered Bank sebagai initial purchaser (pembeli awal).
Dalam keterangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/8/2014) disebutkan bahwa penundaaan penerbitan obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (USD) tersebut mengingat kondisi pasar yang saat ini kurang mendukung.
Sekedar informasi, perseroan sebeumnya berencana menerbitkan obligasi valas sebesar USD450 juta. Dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk pembayaran kembali (refinancing) surat utang senior USD450 juta yang diterbitkan Berau Capital Resources Pte Ltd, yang akan jatuh tempo pada 8 Juli 2015.
Direktur Utama BRAU Amir Sambodo sebelumnya mengatakan, pihaknya telah melakukan roadshow dan masih berlangsung untuk menawarkan obligasi tersebut kepada lembaga atau investor lain di luar wilayah Indonesia secara terbatas.
Adapun obligasi ini akan jatuh tempo selambat-lambatnya pada tahun ke-5 sejak obligasi diterbitkan. Suku bunga obligasi tetap (fix rate) atau kupon maksimal 12% per tahun. Bunga ini akan dibayar setiap 6 bulan.
Obligasi tersebut sedianya akan dicatatkan di Bursa Singapura. Perseroan telah menunjuk Barclays, Citigroup dan Standard Chartered Bank sebagai initial purchaser (pembeli awal).
(rna)
Lihat Juga :