IHSG Ditutup Reli ke Rekor 5.168
Rabu, 13 Agustus 2014 - 16:14 WIB
IHSG Ditutup Reli ke Rekor 5.168
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ketiga pekan ini berakhir kembali reli mencetak rekor baru di 2014. IHSG terkerek 35,87 poin atau 0,70% ke level 5.168,27.
IHSG pagi tadi dibuka melanjutkan kenaikan hari kemarin yang berhasil memperbaiki rekornya tahun ini. IHSG menguat tipis 6,30 poin atau 0,12% ke level 5.138,70 dan pada akhir sesi I, IHSG berhenti di level 5.134,97.
Sementara IHSG kemarin ditutup terkerek 19,16 poin atau 0,37% ke level 5.132,40. Posisi ini memperbaiki posisi tertinggi tahun ini, yang dicetak pada 21 Juli, menjelang hasil pemilihan presiden (pilpres), di mana IHSG hari itu ditutup pada level 5.127,12.
Sementara itu, penguatan IHSG hari ini seiring menguatnya mayoritas bursa Asia. Indeks Hang Seng melonjak 200,93 poin atau 0,81% ke 24.890,34; indeks Straits Times susut 5,14 poin atau 0,16% ke 3.298,25; indeks Shanghai naik 1,28 poin atau 0,06% ke 2.222,88; dan indeks Nikkei menguat 52,32 poin atau 0,35% ke 15.213,63.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,06 triliun dengan 4,97 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp429,89 miliar. Tercatat 198 saham naik, 115 saham melemah dan 97 saham stagnan.
Sektor saham hari ini hampir semunya menghijau. Sektor dengan penguatan terbesar adalah perdagangan dan pertambangan yang sama-sama menguat 1,24%, sedangkan yang melemah hanya sektor perkebunan yang turun 0,06%.
Adapun saham yang menguat, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp600 menjadi Rp55.000, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp50 menjadi Rp7.700 dan PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) naik Rp50 menjadi Rp2.300.
Sementara saham yang anjlok, di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp100 menjadi Rp8.200, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun Rp75 menjadi Rp5.850, dan PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI) turun Rp20.000 menjadi Rp290.000.
IHSG pagi tadi dibuka melanjutkan kenaikan hari kemarin yang berhasil memperbaiki rekornya tahun ini. IHSG menguat tipis 6,30 poin atau 0,12% ke level 5.138,70 dan pada akhir sesi I, IHSG berhenti di level 5.134,97.
Sementara IHSG kemarin ditutup terkerek 19,16 poin atau 0,37% ke level 5.132,40. Posisi ini memperbaiki posisi tertinggi tahun ini, yang dicetak pada 21 Juli, menjelang hasil pemilihan presiden (pilpres), di mana IHSG hari itu ditutup pada level 5.127,12.
Sementara itu, penguatan IHSG hari ini seiring menguatnya mayoritas bursa Asia. Indeks Hang Seng melonjak 200,93 poin atau 0,81% ke 24.890,34; indeks Straits Times susut 5,14 poin atau 0,16% ke 3.298,25; indeks Shanghai naik 1,28 poin atau 0,06% ke 2.222,88; dan indeks Nikkei menguat 52,32 poin atau 0,35% ke 15.213,63.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,06 triliun dengan 4,97 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp429,89 miliar. Tercatat 198 saham naik, 115 saham melemah dan 97 saham stagnan.
Sektor saham hari ini hampir semunya menghijau. Sektor dengan penguatan terbesar adalah perdagangan dan pertambangan yang sama-sama menguat 1,24%, sedangkan yang melemah hanya sektor perkebunan yang turun 0,06%.
Adapun saham yang menguat, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp600 menjadi Rp55.000, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp50 menjadi Rp7.700 dan PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) naik Rp50 menjadi Rp2.300.
Sementara saham yang anjlok, di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp100 menjadi Rp8.200, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun Rp75 menjadi Rp5.850, dan PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI) turun Rp20.000 menjadi Rp290.000.
(rna)
Lihat Juga :