Rupiah Berakhir di Level Rp11.694/USD
Rabu, 13 Agustus 2014 - 16:27 WIB
Rupiah Berakhir di Level Rp11.694/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini berakhir terkoreksi, namun pelemahan mulai terbatas di tengah relinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada rekor baru di perdagangan hari ini.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.694 per USD. Posisi ini terdepresiasi 5 poin dibanding penutupan hari sebelumnya Rp11.689 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.691 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat berada pada level Rp11.678 per USD dan terlemah di level Rp11.713 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik sore hari ini di level Rp11.693 per USD, dengan kisaran harian Rp11.690-Rp11.745 per USD. Posisi tersebut melemah 8 poin dibanding posisi Selasa (12/8/2014) di level Rp11.685 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini ditutup pada level Rp11.696 per USD. Posisi ini juga terdepresiasi 8 poin dibanding posisi kemarin di level Rp11.688.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.683 per USD. Posisi ini melemah 6 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp11.677 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, semakin dekatnya pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia dan berkurangnya kecemasan atas tensi geopolitik global memberi sentimen positif bagi rupiah, sehingga pelemahan yang terjadi terbatas.
"Gubernur BI meyakinkan bahwa defisit current account berkisar 3% dari GDP pada akhir tahun ini hingga potensi terus menopang pergerakan rupiah dan tetap bergairahnya bursa saham lokal turut mengamankan nilai tukar rupiah," kata dia, Rabu (13/8/2014).
Sementara IHSG hari ini berakhir reli di zona hijau dan kembali mencetak rekor baru seiring positifnya mayoritas bursa Asia. IHSG terkerek 35,87 poin atau 0,70% ke level 5.168,27.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.694 per USD. Posisi ini terdepresiasi 5 poin dibanding penutupan hari sebelumnya Rp11.689 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.691 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat berada pada level Rp11.678 per USD dan terlemah di level Rp11.713 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik sore hari ini di level Rp11.693 per USD, dengan kisaran harian Rp11.690-Rp11.745 per USD. Posisi tersebut melemah 8 poin dibanding posisi Selasa (12/8/2014) di level Rp11.685 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini ditutup pada level Rp11.696 per USD. Posisi ini juga terdepresiasi 8 poin dibanding posisi kemarin di level Rp11.688.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.683 per USD. Posisi ini melemah 6 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp11.677 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, semakin dekatnya pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia dan berkurangnya kecemasan atas tensi geopolitik global memberi sentimen positif bagi rupiah, sehingga pelemahan yang terjadi terbatas.
"Gubernur BI meyakinkan bahwa defisit current account berkisar 3% dari GDP pada akhir tahun ini hingga potensi terus menopang pergerakan rupiah dan tetap bergairahnya bursa saham lokal turut mengamankan nilai tukar rupiah," kata dia, Rabu (13/8/2014).
Sementara IHSG hari ini berakhir reli di zona hijau dan kembali mencetak rekor baru seiring positifnya mayoritas bursa Asia. IHSG terkerek 35,87 poin atau 0,70% ke level 5.168,27.
(rna)