Pemerintah Diminta Audit Penggunaan Solar PLN

Kamis, 14 Agustus 2014 - 12:42 WIB
Pemerintah Diminta Audit...
Pemerintah Diminta Audit Penggunaan Solar PLN
A A A
JAKARTA - Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) meminta pemerintah membuat keputusan tegas terkait penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk pembangkit listrik. Hal ini agar permasalahan harga solar antara PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) tidak terulang lagi.

Direktur Puskepi Sofyano Zakaria mengatakan, pemerintah harus dapat membedakan antara penggunaan solar bagi keperluan listrik untuk pengguna kelompok subsidi, yaitu 450 volt ampere (VA) dan 900 Va dengan solar yang digunakan untuk golongan mampu termasuk industri.

"Artinya harus ada audit penggunaan solar pada PLN," kata Sofyano di Jakarta, Kamis (14/8/2014).

Menurut Sofyano, hasil audit bisa dijadikan salah satu referensi dalam menentukan besaran harga beli solar dari pihak manapun, maka semua pihak termasuk Pertamina bisa memaklumi penentuan harga.

Selain itu, lanjutnya, PLN dapat melakukan tender terbuka dengan mengundang berbagai pihak untuk memberikan penawaran. "Dengan demikian Pertamina tidak berpotensi disudutkan oleh publik seakan Pertamina menawarkan harga jual yang tidak wajar," ujarnya.

Konflik antar perusahaan milik negara ini berawal dari penentuan harga solar yang layak lantaran Pertamina mengalami kerugian dari penyaluran BBM tersebut. Kedua BUMN kemudian menunjuk Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menghitung harga yang layak.

Berdasarkan perhitungan BPKP, harga yang layak solar ditetapkan antara 112-117 persen BPKP. Namun sisi lain, harga solar yang dibeli PLN dibatasi Kementerian Keuangan sebesar 105% Means of Platts Singapore (MoPS).

Pemerintah telah mempertemukan kedua BUMN itu dan menghasilkan kesepakatan. Namun pada pertemuan yang digelar pada Rabu (13/8/2014), tidak dibeberkan kisaran harga yang disepakati. Hanya saja disebutkan Pertamina tetap menyuplai solar untuk memenuhi kebutuhan PLN.

Tahun ini, PLN memprediksi membutuhkan pasokan solar sebanyak 7,1 juta kiloliter (KL). Selain Pertamina, PLN mendapat pasokan solar sebesar 650 ribu KL dari PT Kutilang Paksi Mas dan 200 ribu KL dari PT AKR Corporindo. Pasokan solar utamanya dibutuhkan untuk daerah-daerah di luar Jawa, termasuk Sumatera Utara yang beberapa lalu terkena pemadaman listrik.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
PLN Runners Bertekad...
PLN Runners Bertekad Sukseskan PLN Mobile Color Run 2025 di Palembang
Program Ikatan Kerja...
Program Ikatan Kerja PT PLN (Persero) Resmi Dibuka, Ini Persyaratannya!
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
PLN Startup Day 2025...
PLN Startup Day 2025 Dukungan Kembangkan Startup Greentech Indonesia
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Berita Terkini
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
31 menit yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
37 menit yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
1 jam yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
1 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
1 jam yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
3 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved