Pertumbuhan Ekonomi Zona Euro Kuartal Kedua 0%

Kamis, 14 Agustus 2014 - 17:46 WIB
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Zona Euro Kuartal Kedua 0%
A A A
BRUSSELS - Pertumbuhan ekonomi Zona Euro terhenti pada kuartal kedua (Q2) tahun ini, teriris kontraksi di Jerman dan stagnasi di Prancis.

Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) 0%, yang dilansir kantor statistik Eurostat sebagai peringatan bagi politisi dan pembuat kebijakan di 18 negara mata uang tunggal euro, yang sudah menguatkan dampak dari sanksi terhadap Rusia atas Ukraina.

Jerman, ekonomi terbesar di Eropa mengalami kontraksi sebesar 0,2% pada kuartal tersebut, meremehkan perkiraan Bundesbank yang memprediksi akan terjadi stagnasi, dengan perdagangan luar negeri dan investasi berada di titik lemah.

Atas begitu banyaknya ketidakpastian seputar Rusia dan Ukraina, rebound cepat menjadi hal yang tidak mungkin.

"Angka hari ini menunjukkan kemajuan masih terlalu lemah untuk menahan guncangan eksternal, yang berarti bahwa pertumbuhan PDB mungkin tetap terjebak dalam mode stop-and-go," kata Peter Vanden Houte, kepala ekonom Zona Euro di ING, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (14/8/2014).

Prancis bernasib sedikit lebih baik, terjadi stagnasi pada dua kuartal berturut-turut. Namun, hal ini memaksa pemerintah menghadapi kenyataan, dengan mengatakan akan kehilangan target defisit anggaran lagi tahun ini dan memotong perkiraan pertumbuhan pada 2014 menjadi 1%.

Italia, ekonomi terbesar ketiga di Zona Euro, tergelincir kembali ke dalam resesi untuk ketiga kalinya sejak 2008 pada kuartal kedua, menyusut 0,2% dan menekan Perdana Menteri Matteo Renzi untuk menyelesaikan reformasi struktural yang dijanjikan.

Negara-negara Zona Euro lain sedikit lebih kuat. Belanda kontraksi pertama sebesar 0,5%, Austria naik 0,2% dan Finlandia menempatkan resesi singkat dengan meraih tambahan pertumbuhan 0,1%.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rem Utang Jerman Blong,...
Rem Utang Jerman Blong, Ekonomi Zona Euro dalam Bahaya
Data S&P Global Ungkap...
Data S&P Global Ungkap Ekonomi Zona Euro Berisiko Dihantam Resesi Ekonomi
Eropa Butuh 500 Miliar...
Eropa Butuh 500 Miliar Euro untuk Pemulihan Pasca-Pandemi
Uni Eropa Resmi Deklarasikan...
Uni Eropa Resmi Deklarasikan Zona Kebebasan LGBT
Uni Eropa Siapkan 2,4...
Uni Eropa Siapkan 2,4 Miliar Euro untuk Kemitraan Transisi Energi di Indonesia
UE Gelontorkan 500 Ribu...
UE Gelontorkan 500 Ribu Euro Bantu Korban Gempa di Sulawesi
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
Mengenal Palung Filipina,...
Mengenal Palung Filipina, Zona Gempa M7,6 Pemicu Tsunami
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved