OJK: Kondisi Pasar Modal Juli Menguat

Jum'at, 15 Agustus 2014 - 17:51 WIB
OJK: Kondisi Pasar Modal...
OJK: Kondisi Pasar Modal Juli Menguat
A A A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perkembangan indikator pasar keuangan domestik pada Juli secara month to month (mtm) meliputi Indeks Harga Saham gabungam (IHSG), nilai tukar rupiah dan yield SBN yang mengalami penguatan.

IHSG menguat 4,31% secara mtm, penguatan tersebut juga dilatarbelakangi sentimen positif global dan regional.

Sementara, rupiah mengalami apresiasi 2,33%, penguatan dilatarbelakangi perkembangan politik, seiring perbaikan persepsi risiko. Yield SBN mengalami penurunan rata-rata 20 bps.

"Net buy asing selama Juli tercatat sebesar Rp13,07 triliun atau mengalami peningkatan Rp3,57 triliun dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan tersebut menjadikan komposisi kepemilikan asing di saham per Juli menjadi 64,74% meningkat sebesar 0,74% dari bulan sebelumnya," terang Deputi Komisioner Manajemen Strategis IB OJK Lucky FA Hadibrata dalam rilisnya, Jakarta, Jumat (15/8/2014).

Pada SBN net buy asing sebesar Rp14,67 triliun meningkat Rp8,24 triliun dari Juni, komposisi kepemilikan asing di SBN sebesar 36,33% meningkat 0,67% dari bulan sebelumnya.

Perkembangan sektor jasa keuangan, secara umum menunjukkan kondisi yang baik, permodalan perbankan tergolong tinggi, dengan level CAR 19,46% yang didominasi dari komponen modal inti (Tier 1).

Sementara, rentabilitas tergolong stabil dan memadai tercermin dari indikator ROA yang relatif stabilposisi Juni 2014 sebesar 3,02%. Untuk rasio BO/PO menunjukkan penurunan dari 76,20% per Mei menjadi 75,45% pada Juni.

Kondisi Pasar Modal menguat pada Juli, diikuti peningkatan NAB reksa dana sebesar Rp212,79 triliun, meningkat Rp2,81 triliun (1,34%) dari bulan sebelumnya, terdapat net redemption sebesar Rp3,36 triliun namun teroffset oleh peningkatan nilai portfolio investasi sebesar Rp6,17 triliun.

Tercatat, nilai investasi Dana Pensiun per Juni tercatat sebesar Rp168,32 triliun meningkat 0,86% dibanding bulan sebelumnya.

Aset industri asuransi tercatat Rp621,57 triliun pada triwulan I dengan nilai investasi tercatat Rp505 triliun.

Dia mengatakan, pertumbuhan piutang perusahaan pembiayaan mengalami perlambatan walaupun tetap meningkat.

Sedangkan aset perusahaan pembiayaan tercatat sebesar Rp412,75 triliun dan piutang pembiayaan sebesar Rp360,93 triliun, perlambatan pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh naiknya tingkat suku bunga perbankan. Sehingga memengaruhi suku bunga pembiayaan yang disalurkan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Literasi Investasi Saham...
Literasi Investasi Saham Berbasis Syariah
Pembukaan Perdagangan...
Pembukaan Perdagangan Dalam Rangka HUT ke-47 Pasar Modal Indonesia
Penghimpunan Dana di...
Penghimpunan Dana di Pasar Modal pada Juni 2023 Sebesar Rp154,13 Triliun
Kolaborasi untuk Menciptakan...
Kolaborasi untuk Menciptakan 1 Juta Investor Baru di Pasar Modal
AEI Rayakan HUT ke-37,...
AEI Rayakan HUT ke-37, Pasar Modal Indonesia Terus Tunjukan Penguatan
Alhamdulillah, Belajar...
Alhamdulillah, Belajar Analisis Fundamental Syariah GRATIS di Webinar MNC Sekuritas!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
20 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
28 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
45 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
Membedah Chromebook...
Membedah Chromebook Pilihan Nadiem dan Perbandingannya dengan Pasar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved