RUU APBN 2015 Dinilai Masih Banyak Kelemahan

Jum'at, 15 Agustus 2014 - 19:56 WIB
RUU APBN 2015 Dinilai...
RUU APBN 2015 Dinilai Masih Banyak Kelemahan
A A A
JAKARTA - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Ahmadi Noor Supit menilai Rancangan Undang-Undang APBN 2015 sebagaimana disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di DPR RI hari ini, masih banyak kelemahan.

"Ini kan dibuatnya dari nota keuangan dari basis yang kemarin (tahun 2014). Padahal banyak sekali kelemahan di dalamnya. Oleh karenanya, enggak bisa itu jadikan patokan kalau ingin memperbaiki ekonomi," kata Ahmad Noor Supit di Gedung DPR RI Jakarta, Jumat (15/8/2014).

Dia memberikan contoh, masalah anggaran subsidi yang dialokasikan pemerintah masih sangat besar, Rp443 triliun. Kemudian belanja pemerintah pusat juga dinilai begitu besar. Berbeda dengan dana transfer daerah.

"Itu juga belanja pusat jadi besar banget, sementara transfer ke daerah kecil sekali walau sudah sama Undang-Undang desa. Jadi tidak ada perubahan signifikan," jelasnya.

Ditambahkan dia, perubahan terhadap nota keuangan APBN 2015 tersebut menurutnya juga sangat tergantung pada pemerintahan yang baru. "Karena itu saya berharap pembahasan APBN 2015 didampingi oleh tim ekonomi pemerintah baru," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Bahas Laporan Keuangan Pemerintah dan RAPBN 2026
Pidato Presiden Tentang...
Pidato Presiden Tentang APBN Tahun anggaran 2025 di Sidang Paripurna DPR
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Alokasi Dana Pendidikan...
Alokasi Dana Pendidikan dalam RAPBN 2021 Harus Sentuh Pesantren Demi Pemerataan
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus...
RAPBN 2023, Ini 5 Fokus Pemerintahan Jokowi
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi...
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi dalam RAPBN 2021
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved