DJSN Usulkan Kenaikan Premi PBI Rp27.500

Minggu, 17 Agustus 2014 - 19:29 WIB
DJSN Usulkan Kenaikan...
DJSN Usulkan Kenaikan Premi PBI Rp27.500
A A A
JAKARTA - Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Chazali H Situmorang mengatakan, terkait premi PBI yang akan dinaikkan, DJSN tetap mengusulkan seperti tahap awal yaitu Rp27.500. Namun, saat rapat tingkat menteri kemarin, Menteri Kesehatan mengusulkan PBI dinaikkan menjadi Rp25.000.

"Jumlah tersebut lumayan cukup. Kalau tarif PBI dinaikkan akibatnya akan banyak RS swasta yang akan bergabung," kata dia, Minggu (17/8/2014).

Terkait jumlah penerima PBI yang tidak dinaikan dinilai tepat. Hal ini disebabkan agar nilai keekonomian pelayanan kesehatan dan fasilitas kesehatan (Faskes) seperti RS swasta dan klinik pratama mandiri dapat ikut lebih banyak.

"Saat ini lebih dari 200 RS swasta belum ikut bergabung, karena premi yang diberikan terlalu kecil," ujar Chazali.

Berkaitan dengan jumlah PBI yang tidak ditambah, dirinya mendesak Kementerian Sosial (Kemensos) untuk segera melakukan penyisiran data jumlah masyarakat miskin dan berpenghasilan rendah bersama Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

"Seharusnya Kemensos dapat cepat dan tepat melakukan penyisiran. Karena ini tugasnya, seharunsya tidak lambat," keluhnya.

Dari 86,4 juta jiwa yang akan direvisi, maka diperhitungkan akan dimasukan oleh sejumlah PMKS. Dengan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) maksimal 1,7 juta jiwa, maka dari revisi data PBI diharapkan diketahui siapa yang membutuhkan by name by address.

"Ini hasil rapat koordinasi bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) jumlah orang miskin yang masuk PBI tidak boleh nambah. Maka Kemensos diamanatkan dalam PP Nomer 101 Tahun 2012 tentang penerima bantuan iuran," tegasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
18 menit yang lalu
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
53 menit yang lalu
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
1 jam yang lalu
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
1 jam yang lalu
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
10 jam yang lalu
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
11 jam yang lalu
Infografis
Kenaikan Uang Kuliah...
Kenaikan Uang Kuliah Tunggal Akhirnya Resmi Dibatalkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved