Rupiah Berakhir Terkoreksi ke Rp11.687/USD
Senin, 18 Agustus 2014 - 16:35 WIB
Rupiah Berakhir Terkoreksi ke Rp11.687/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini berakhir terkoreksi di tengah melajunya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di zona hijau pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.687 per USD. Posisi ini terkoreksi 9 poin dengan posisi penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.678 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.678 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.675 per USD dan terlemah di level Rp11.690 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp11.709 per USD. Posisi ini melemah 31 poin dibanding posisi hari sebelumnyadi level Rp11.678.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.706 per USD, dengan kisaran harian Rp11.675-Rp11.732 per USD. Posisi tersebut juga melemah 31 poin dibanding posisi Jumat (15/8/2014) di level Rp11.675 per USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.681 per USD. Posisi ini terapresiasi 12 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp11.693 per USD.
Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti menuturkan, laju rupiah hari ini tertekan memburuknya sentimen global terkait kembali meningkatnya ketegangan geopolitik antara Ukraina dan Rusia di tengah sentimen positif pasca pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di akhir pekan lalu.
"Melebarnya defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II masih menjadi perhatian di kalangan pelaku pasar pada hari ini, sehingga berdampak pada terbatasnya pergerakan nilai tukar rupiah," kata dia, Senin (18/8/2014).
Adapun IHSG hari ini berakhir di zona hijau seiring positifnya mayoritas bursa Asia. IHSG menguat 0,93 poin atau 0,15% ke level 5.156,75.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.687 per USD. Posisi ini terkoreksi 9 poin dengan posisi penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.678 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.678 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.675 per USD dan terlemah di level Rp11.690 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp11.709 per USD. Posisi ini melemah 31 poin dibanding posisi hari sebelumnyadi level Rp11.678.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.706 per USD, dengan kisaran harian Rp11.675-Rp11.732 per USD. Posisi tersebut juga melemah 31 poin dibanding posisi Jumat (15/8/2014) di level Rp11.675 per USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.681 per USD. Posisi ini terapresiasi 12 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp11.693 per USD.
Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti menuturkan, laju rupiah hari ini tertekan memburuknya sentimen global terkait kembali meningkatnya ketegangan geopolitik antara Ukraina dan Rusia di tengah sentimen positif pasca pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di akhir pekan lalu.
"Melebarnya defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II masih menjadi perhatian di kalangan pelaku pasar pada hari ini, sehingga berdampak pada terbatasnya pergerakan nilai tukar rupiah," kata dia, Senin (18/8/2014).
Adapun IHSG hari ini berakhir di zona hijau seiring positifnya mayoritas bursa Asia. IHSG menguat 0,93 poin atau 0,15% ke level 5.156,75.
(rna)