Pembangunan Perumahan di AS Juli Melonjak 15,7%

Selasa, 19 Agustus 2014 - 19:52 WIB
Pembangunan Perumahan...
Pembangunan Perumahan di AS Juli Melonjak 15,7%
A A A
WASHINGTON - Pembangunan perumahan di Amerika Serikat (AS) pada Juli 2014 rebound kuat, sebagai tanda pemulihan setelah melemah pada semester kedua tahun lalu.

Dilansir dari Reuters, Selasa (19/8/2014), Departemen Perdagangan AS mencatat, groundbreaking melonjak 15,7% ke angka 1,09 juta unit sebagai laju tahunan tercepat disesuaikan secara musiman, mematahkan penurunan dua bulan berturut-turut. Sementara data pada Juni direvisi menjadi 945.000 unit, mengoreksi tingkat sebelumnya 893.000 unit.

Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan angka naik ke tingkat 969.000 unit pada bulan lalu.
Selanjutnya, pasar perumahan mendapatkan kembali pijakan setelah tertekan kenaikan suku bunga. Kekurangan properti yang dijual telah mengangkat harga, menjauhkan perumahan dari jangkauan banyak pembeli pertama.

Terobosan untuk rumah keluarga tunggal, bagian terbesar dari pasar naik 8,3% pada Juli ke kecepatan 656.000 unit. Keluarga tunggal dimulai di Selatan rebound 16,9% setelah jatuh tajam pada Juni.

Volatile segmen rumah multi-keluarga melonjak 33% menjadi 423.000 unit, level tertinggi sejak Januari 2006. Segmen pasar ini didukung oleh pergeseran ke arah menyewa, karena banyak calon pembeli menyerah pada impian memiliki rumah.

Bulan lalu, pemerintah melaporkan tingkat kepemilikan rumah mencapai level terendah dalam 19 tahun pada kuartal kedua.

Izin untuk rumah keluarga tunggal naik 0,9% menjadi langkah 640.000 unit. Kemudian, izin untuk perumahan multi-keluarga melonjak 23,6% ke kecepatan 382.000 unit.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Ekonomi China Mungkin...
Ekonomi China Mungkin Tidak Akan Pernah Melampaui Ekonomi Amerika
Bantuan Ekonomi Amerika...
Bantuan Ekonomi Amerika untuk Greenland Berbuntut Panjang
Konspirasi Yahudi: Kisah...
Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika
Didesak Situasi Ekonomi...
Didesak Situasi Ekonomi Amerika, Rupiah Akan Bergerak Sempit
3 Sinyal Ekonomi Amerika...
3 Sinyal Ekonomi Amerika Serikat di Ambang Resesi
Berita Terkini
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
15 menit yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
10 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
11 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
13 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
13 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved