Rupiah Berakhir Terdepresiasi ke Rp11.705/USD
Rabu, 20 Agustus 2014 - 16:23 WIB
Rupiah Berakhir Terdepresiasi ke Rp11.705/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini berakhir terdepresiasi di tengah kembali positifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.705 per USD. Posisi ini terdepresiasi 26 poin dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp11.679 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.679 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.679 per USD dan terlemah di level Rp11.737 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik sore hari ini pada level Rp11.705 per USD, dengan kisaran harian Rp11.683-Rp11.755 per USD. Posisi tersebut terkoreksi 25 poin dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp11.679 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp11.686 per USD. Posisi ini mendatar dengan posisi kemarin di level Rp11.685 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.707 per USD. Posisi ini melemah 25 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp11.682 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini tertekan menguatnya USD karena didukung membaiknya perekonomian Amerika Serikat (AS), yang tercermin dari naiknya data perumahan AS.
"Naiknya data perumahan di AS semalam berdampak pada tereskalasinya USD terhadap mata uang emerging market, termasuk rupiah hari ini di tengah perhatian pelaku pasar terhadap proses sidang Mahkamah Konstitusi (MK) yang dijadwalkan akan diumumkan hasilnya besok," kata dia, Rabu (20/8/2014).
Sementara IHSG sore ini berakhir melanjutkan kenaikan seiring dengan positifnya bursa Asia. IHSG terkerek 25,00 poin atau 0,48% ke level 5.190,17.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.705 per USD. Posisi ini terdepresiasi 26 poin dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp11.679 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.679 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.679 per USD dan terlemah di level Rp11.737 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik sore hari ini pada level Rp11.705 per USD, dengan kisaran harian Rp11.683-Rp11.755 per USD. Posisi tersebut terkoreksi 25 poin dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp11.679 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp11.686 per USD. Posisi ini mendatar dengan posisi kemarin di level Rp11.685 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.707 per USD. Posisi ini melemah 25 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp11.682 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini tertekan menguatnya USD karena didukung membaiknya perekonomian Amerika Serikat (AS), yang tercermin dari naiknya data perumahan AS.
"Naiknya data perumahan di AS semalam berdampak pada tereskalasinya USD terhadap mata uang emerging market, termasuk rupiah hari ini di tengah perhatian pelaku pasar terhadap proses sidang Mahkamah Konstitusi (MK) yang dijadwalkan akan diumumkan hasilnya besok," kata dia, Rabu (20/8/2014).
Sementara IHSG sore ini berakhir melanjutkan kenaikan seiring dengan positifnya bursa Asia. IHSG terkerek 25,00 poin atau 0,48% ke level 5.190,17.
(rna)
Lihat Juga :