Pasar Saham Jatim Semakin Menggeliat

Rabu, 20 Agustus 2014 - 17:20 WIB
Pasar Saham Jatim Semakin...
Pasar Saham Jatim Semakin Menggeliat
A A A
SURABAYA - Pasar saham dalam negeri semakin menggeliat, hal ini terlihat bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi yang dilakukan mengalami peningkatan.

Pada tahun ini, transaksi yang dilakukan mencapai Rp5,16 triliun dan mengalami kenaikan dibanding tahun lalu sebesar Rp5 triliun.

Direktur Utama BEI, Ito Warsito mengatakan, transaksi saham yang terjadi di pasar menunjukan kondisi positif. Ada kenaikan cukup baik dibandingkan tahun lalu. Karena kondisi perekonomian Indonesia cenderung stabil.

"Kondisi politik Indonesia memang belum stabil. Namun ada tanda-tanda kenaikan yang cukup bagus," katanya dalam pembukaan Investor Summit and Capital Market Expo 2014 di Grand City Surabaya, Rabu (20/8/2014).

Ito mencatat, hingga tahun ini nilai transaksi asing masih tinggi dibandingkan transaksi domestik. Investasi di Indonesia menjadi leading bagian investasi asing karena masih dianggap menjanjikan dalam berinvestasi.

"Investasi demostik diharapkan bisa bersaing dengan asing. Adanya Investor Summit and Capital Market Expo 2014 diharapkan bisa bersaing nantinya," kata dia.

Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal II Otoritas Jasa Keungan (OJK) M Noor Rachman mengatakan, perhelatan Investor Summit and Capital Market Expo 2014 di Surabaya ke 5 akan memacu pertumbuhan perekonomian di Jawa Timur (Jatim).

Menurutnya, pertumbuhan ekonimi Jatim yang mencapai 7% di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 6%. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi investor untuk menanamkan modal ke Jatim.

"Saat ini sudah banyak perusahaan di Jatim yang go public. Diharapkan, dengan jumlah 400 investor di Jatim bisa bertambah dengan adanya acara ini," katanya.

Sementara, Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim akan terus mempermudah pelayanan bagi investor supaya bisa mendongkrak jumlah investor yang masuk ke Jatim.

"Kami memiliki empat government guarantee atau stimulus bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di Jatim," ujarnya.

Dari empat government guarantee diantaranya penyediaan lahan untuk industi terkait akan dipermudah. Pemprov juga terus berkooordinasi dengan pemerintah masing-masing daerah untuk berkoordinasi mengenai ketersediaan lahan potensial untuk industri.

Kemudian, adanya jaminan kemudahan perizinan bagi investor. Pemprov Jatim sudah mempunyai unit reaksi cepat (URC) yang bertugas memangkas waktu pengurusan perizinan bagi investor yang ingin membuka usaha di Jatim.

Selain itu, ketersediaan pembangkit listrik (power plant) di Jatim juga menjadi daya tarik tersendiri. Pasalnya, Jatim mengalami surplus listrik sekitar 2.000 MW.

Surplus listrik tersebut bisa langsung digunakan industri yang ingin masuk di Jatim. Bahkan, tenaga kerja terampil di Jatim juga banyak dengan terus berkembangnya SMK Mini.

"Kita latih para siswa ini untuk menjadi tenaga kerja professional selama enam bulan, mereka beraal dari SMK dan tenaga-tenaga dalam pelatihan khusus," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Para Investor Pemula?...
Para Investor Pemula? Simak Tips Memilih Saham Berikut Ini
ERAA Bagikan Dividen...
ERAA Bagikan Dividen Tahun Buku 2021 Rp362,48 Miliar
IPO Menjadi Pintu Masuk...
IPO Menjadi Pintu Masuk Lambungkan Kekayaan Miliarder Dunia
Majoris Asset Management...
Majoris Asset Management dan Istiqlal Global Fund Luncurkan Wakaf Saham Istiqlal
Sekolah Pasar Modal...
Sekolah Pasar Modal untuk Edukasi Investasi Saham Timnas Indonesia U-20
FOREXimf Bermitra dengan...
FOREXimf Bermitra dengan Rizki Aditama agar Trader Indonesia Lebih Cerdas
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
41 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
49 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
China Luncurkan AI Baru...
China Luncurkan AI Baru Manus, Pintar Analisis Pasar Saham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved