Mandiri Optimis Bank Pensiun Garapannya Dilirik Pasar
Kamis, 21 Agustus 2014 - 12:58 WIB
Mandiri Optimis Bank Pensiun Garapannya Dilirik Pasar
A
A
A
JAKARTA - Tiga perusahaan berpelat merah yaitu PT Bank Mandiri Tbk, PT Pos Indonesia (Persero), dan PT Taspen (Persero) mendirikan bank baru yang dikhususkan untuk para pensiunan pemerintah, yang semula adalah Bank Sinar Harapan Bali (BSHB).
Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin mengaku optimis Bank Pensiun garapannya dilirik pasar. Sebab saat ini jumlah pensiunan pegawai telah mencapai 2,4 juta orang, dan bertambah ratusan ribu tiap tahunnya.
"Kan pensiunannya tadi sekitar 2,4 juta. Jadi harusnya pasarnya cukup besar. Dan dulu kan Taspen itu memberikan layanan kepada pensiunan, itu berhenti pada saat dia pensiun. Karena sesudah pensiun kan lebih kepada bank-bank lain yang memberikan layanan. Kan Taspen juga bisa terus memberikan layanan kepada pegawai negeri setelah dia pensiun. Melewati anak perusahaannya Taspen," ucap Budi di Kantor Pusat PT Taspen (Persero) Jakarta, Kamis (21/8/2014).
Budi menuturkan, ini pertama kalinya perseroan menyasar pasar pensiunan. Oleh sebab itu dia mengaku akan memfokuskan pasar pensiunan terlebih dahulu. Sementara mengenai sasaran lain kedepannya, akan dilihat dari seberapa besar kekuatan modalnya.
"Untuk sementara fokus ke situ (pensiunan). Kedepannya nanti kita lihat seberapa besar kekuatan modalnya," tuturnya.
Selain itu, dia mengaku belum ada rencana untuk memindahkan kantor pusat bank yang semula berada di Kota Denpasar, Bali. Hal ini karena bank pensiunan ini merupakan join venture, dan perlu rembuk bertiga untuk memutuskannya.
Mengenai nama bank tersebut, lanjut Budi, terdapat beberapa nama yang terlintas. Namun belum diputuskan mana yang cocok. "Kita masih belum merundingkan, ada beberapa alternatif nama yang menarik. Tapi kita masih belum," ujarnya.
Menurutnya, strategi pemasaran Bank Pensiun bidikannya ini tidak jauh berbeda dengan Bank Pensiun yang sudah ada di pasar. Sebab dia mengaku strategi yang dilakukan selama ini sudah cukup bagus dan memberikan untuk yang besar.
"Cuma yang berbeda adalah, bank ini dimiliki oleh Taspen juga, sehingga benefit yang dulu tidak dimiliki oleh Taspen, sekarang bisa dinikamti sebagian," terang dia.
Budi juga mengklaim bahwa nantinya bank tersebut tidak mematok bunga yang sangat tinggi, yang memberatkan para pensiunan.
"Seperti yang Pak Dahlan sampaikan, pensiunan itu dicharge bunga yang sangat tinggi sekarang ini di pasar. Itu adalah niat dari kita bahwa nanti bunganya akan kita berikan, akan jauh lebih baik dan tidak memberatkan pensiunan," pungkasnya.
Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin mengaku optimis Bank Pensiun garapannya dilirik pasar. Sebab saat ini jumlah pensiunan pegawai telah mencapai 2,4 juta orang, dan bertambah ratusan ribu tiap tahunnya.
"Kan pensiunannya tadi sekitar 2,4 juta. Jadi harusnya pasarnya cukup besar. Dan dulu kan Taspen itu memberikan layanan kepada pensiunan, itu berhenti pada saat dia pensiun. Karena sesudah pensiun kan lebih kepada bank-bank lain yang memberikan layanan. Kan Taspen juga bisa terus memberikan layanan kepada pegawai negeri setelah dia pensiun. Melewati anak perusahaannya Taspen," ucap Budi di Kantor Pusat PT Taspen (Persero) Jakarta, Kamis (21/8/2014).
Budi menuturkan, ini pertama kalinya perseroan menyasar pasar pensiunan. Oleh sebab itu dia mengaku akan memfokuskan pasar pensiunan terlebih dahulu. Sementara mengenai sasaran lain kedepannya, akan dilihat dari seberapa besar kekuatan modalnya.
"Untuk sementara fokus ke situ (pensiunan). Kedepannya nanti kita lihat seberapa besar kekuatan modalnya," tuturnya.
Selain itu, dia mengaku belum ada rencana untuk memindahkan kantor pusat bank yang semula berada di Kota Denpasar, Bali. Hal ini karena bank pensiunan ini merupakan join venture, dan perlu rembuk bertiga untuk memutuskannya.
Mengenai nama bank tersebut, lanjut Budi, terdapat beberapa nama yang terlintas. Namun belum diputuskan mana yang cocok. "Kita masih belum merundingkan, ada beberapa alternatif nama yang menarik. Tapi kita masih belum," ujarnya.
Menurutnya, strategi pemasaran Bank Pensiun bidikannya ini tidak jauh berbeda dengan Bank Pensiun yang sudah ada di pasar. Sebab dia mengaku strategi yang dilakukan selama ini sudah cukup bagus dan memberikan untuk yang besar.
"Cuma yang berbeda adalah, bank ini dimiliki oleh Taspen juga, sehingga benefit yang dulu tidak dimiliki oleh Taspen, sekarang bisa dinikamti sebagian," terang dia.
Budi juga mengklaim bahwa nantinya bank tersebut tidak mematok bunga yang sangat tinggi, yang memberatkan para pensiunan.
"Seperti yang Pak Dahlan sampaikan, pensiunan itu dicharge bunga yang sangat tinggi sekarang ini di pasar. Itu adalah niat dari kita bahwa nanti bunganya akan kita berikan, akan jauh lebih baik dan tidak memberatkan pensiunan," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :