Rupiah Dibuka di Level Rp11.703/USD
Jum'at, 22 Agustus 2014 - 10:13 WIB
Rupiah Dibuka di Level Rp11.703/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari dibuka melemah seiring terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan hari ini.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi hari ini dibuka pada level Rp11.703 per USD. Posisi ini terdepresiasi 10 poin dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp11.693 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini dibuka pada level Rp11.735 per USD. Posisi tersebut terkoreksi 5 poin dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp11.730 per USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, meski pelaku pasar menilai The Fed saat ini masih akan melanjutkan kebijakan pelonggaran moneternya sambil mencermati data-data ketenagakerjaan dan data-data lainnya untuk mendukung kenaikan suku bunganya, namun pelaku pasar masih banyak melakukan transaksi USD, sehingga membuat mata uang tersebut mengalami kenaikan.
"Dengan masih uptrennya USD membuat laju rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahan terutama jika pelaku pasar ikut terpengaruh dengan hasil sidang MK," kata dia, Jumat (22/8/2014).
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.654 per USD. Posisi ini menguat 63 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp11.717 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp11.738 per USD. Posisi ini membaik 13 poin dibanding posisi kemarin di level Rp11.751 per USD.
IHSG hari ini dibuka melemah tipis pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap gugatan sengketa pemilihan presiden (pilpres). IHSG terkoreksi 3,08 poin atau 0,06% ke level 5.2013,05.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi hari ini dibuka pada level Rp11.703 per USD. Posisi ini terdepresiasi 10 poin dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp11.693 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini dibuka pada level Rp11.735 per USD. Posisi tersebut terkoreksi 5 poin dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp11.730 per USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, meski pelaku pasar menilai The Fed saat ini masih akan melanjutkan kebijakan pelonggaran moneternya sambil mencermati data-data ketenagakerjaan dan data-data lainnya untuk mendukung kenaikan suku bunganya, namun pelaku pasar masih banyak melakukan transaksi USD, sehingga membuat mata uang tersebut mengalami kenaikan.
"Dengan masih uptrennya USD membuat laju rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahan terutama jika pelaku pasar ikut terpengaruh dengan hasil sidang MK," kata dia, Jumat (22/8/2014).
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.654 per USD. Posisi ini menguat 63 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp11.717 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp11.738 per USD. Posisi ini membaik 13 poin dibanding posisi kemarin di level Rp11.751 per USD.
IHSG hari ini dibuka melemah tipis pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap gugatan sengketa pemilihan presiden (pilpres). IHSG terkoreksi 3,08 poin atau 0,06% ke level 5.2013,05.
(rna)