Sentimen Positif Global Diharapkan Tahan Pelemahan IHSG
Senin, 25 Agustus 2014 - 08:28 WIB
Sentimen Positif Global Diharapkan Tahan Pelemahan IHSG
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini diprediksi masih akan melanjutkan pelemahan, namun sentimen positif dari global diharapkan dapat menahan laju pelemahan IHSG.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, pola spinning di bawah upper bollinger band (UBB). MACD cenderung bergerak mendatar dengan histogram positif yang turun. RSI, Stochastic, dan William’s %R berbalik turun.
Menurut dia, telah terealisasinya bahan sentimen yang ada membuat pelaku pasar cenderung mengamankan posisi, sehingga berpeluang akan melanjutkan pelemahannya.
“Namun demikian, diharapkan masih adanya rilis data-data ekonomi global dan pidato dari bank sentral global dapat direspon positif, sehingga dapat menahan pelemahan yang mungkin terjadi,“ kata dia, Senin (25/8/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 5.170-5.189 dan resisten 5.219-5.225. Sementara laju IHSG akhir pekan lalu terjaga di atas target support 5.150-5.185 dan sempat melampaui kisaran target resisten 5.212-5.218 meski berakhir di bawah target resisten tersebut.
Hal yang menarik dan mungkin berbeda dari ekspektasi banyak pelaku pasar, di mana pasca sehari selesainya sidang pembacaan gugatan pemilihan presiden (pilpres), laju IHSG berakhir negatif.
Padahal banyak pelaku pasar yang sangat berharap, dengan keluarnya keputusan sidang tersebut yang sesuai dengan ekspektasi pasar, dapat memberikan amunisi tambahan bagi IHSG selain dari sentimen global yang positif agar IHSG dapat melanjutkan penguatannya.
Perlu disadari, dia menjelaskan bahwa kondisi pelemahan ini hampir sama seperti kondisi pada saat pelaku pasar menunggu rilis kinerja keuangan emiten dan berharap positif, namun setelah dirilisnya kinerja tersebut kondisi pasar cenderung mengalami pelemahan karena sudah terealisasinya bahan maupun sentimen yang diekspektasikan.
“Bagi pelaku pasar yang telah mendapatkan gain akan cenderung melakukan aksi jual,“ ujarnya.
Namun demikian, dia menambahkan, dengan masih positifnya laju bursa saham Asia dan berbalik naiknya laju rupiah mampu menahan pelemahan yang terjadi. Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level tertinggi 5.223,26 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 5.187,38 jelang akhir sesi 1 dan berakhir di level 5.198,90.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, pola spinning di bawah upper bollinger band (UBB). MACD cenderung bergerak mendatar dengan histogram positif yang turun. RSI, Stochastic, dan William’s %R berbalik turun.
Menurut dia, telah terealisasinya bahan sentimen yang ada membuat pelaku pasar cenderung mengamankan posisi, sehingga berpeluang akan melanjutkan pelemahannya.
“Namun demikian, diharapkan masih adanya rilis data-data ekonomi global dan pidato dari bank sentral global dapat direspon positif, sehingga dapat menahan pelemahan yang mungkin terjadi,“ kata dia, Senin (25/8/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan berada pada rentang support 5.170-5.189 dan resisten 5.219-5.225. Sementara laju IHSG akhir pekan lalu terjaga di atas target support 5.150-5.185 dan sempat melampaui kisaran target resisten 5.212-5.218 meski berakhir di bawah target resisten tersebut.
Hal yang menarik dan mungkin berbeda dari ekspektasi banyak pelaku pasar, di mana pasca sehari selesainya sidang pembacaan gugatan pemilihan presiden (pilpres), laju IHSG berakhir negatif.
Padahal banyak pelaku pasar yang sangat berharap, dengan keluarnya keputusan sidang tersebut yang sesuai dengan ekspektasi pasar, dapat memberikan amunisi tambahan bagi IHSG selain dari sentimen global yang positif agar IHSG dapat melanjutkan penguatannya.
Perlu disadari, dia menjelaskan bahwa kondisi pelemahan ini hampir sama seperti kondisi pada saat pelaku pasar menunggu rilis kinerja keuangan emiten dan berharap positif, namun setelah dirilisnya kinerja tersebut kondisi pasar cenderung mengalami pelemahan karena sudah terealisasinya bahan maupun sentimen yang diekspektasikan.
“Bagi pelaku pasar yang telah mendapatkan gain akan cenderung melakukan aksi jual,“ ujarnya.
Namun demikian, dia menambahkan, dengan masih positifnya laju bursa saham Asia dan berbalik naiknya laju rupiah mampu menahan pelemahan yang terjadi. Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level tertinggi 5.223,26 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 5.187,38 jelang akhir sesi 1 dan berakhir di level 5.198,90.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
(rna)
Lihat Juga :