Koreksi IHSG Diprediksi Berlanjut karena Tekanan Jual
Selasa, 26 Agustus 2014 - 08:28 WIB
Koreksi IHSG Diprediksi Berlanjut karena Tekanan Jual
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi masih akan melanjutkan pelemahan karena masih berlangsungnya aksi jual.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, evening star di bawah upper bollinger band (UBB). MACD cenderung bergerak menurun dengan histogram positif yang turun. RSI, Stochastic, dan William’s %R melanjutkan penurunan.
“Belum adanya sentimen yang dapat memberikan imbas positif bagi IHSG membuat pelaku pasar cenderung masih akan melanjutkan aksi jual, sehingga dapat berimbas pada penurunan lanjutan IHSG,“ kata dia, Selasa (26/8/2014).
Apalagi, dia menambahkan, masih banyak saham-saham yang berada di sekitar area jenuh beli (overbought) semakin memicu aksi jual tersebut. Namun demikian, diharapkan pelemahan yang terjadi dapat terbatas, sehingga tidak mengubah tren IHSG.
Dia memprediksi, IHSG hari ini akan berada pada rentang support 5.168-5.178 dan resisten 5.205-5.215. Sementara laju IHSG kemarin terjaga di sekitar target support 5.170-5.189 dan berakhir di target kisaran tersebut.
Menurut Reza, telah terealisasinya bahan sentimen yang ada membuat pelaku pasar cenderung mengamankan posisi, sehingga melanjutkan pelemahannya. Kondisi tersebut masih berlanjut di awal pekan ini meski laju bursa saham Asia berada di zona positif.
Sentimen positif dari hasil pertemuan para bank sentral di Jackson Hole ternyata hanya berpengaruh pada laju bursa saham Asia, namun tidak halnya dengan IHSG. Di sisi lain, laju rupiah yang berbalik melemah turut membuat IHSG tidak mampu keluar dari zona merah meskipun dari transaksi asing tercatat nett buy.
Penguatan saham-saham pertambangan dan keuangan tidak mampu membawa IHSG ke zona hijau. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 5.223,26 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 5.187,38 jelang akhir sesi 1 dan berakhir di level 5.198,90.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, evening star di bawah upper bollinger band (UBB). MACD cenderung bergerak menurun dengan histogram positif yang turun. RSI, Stochastic, dan William’s %R melanjutkan penurunan.
“Belum adanya sentimen yang dapat memberikan imbas positif bagi IHSG membuat pelaku pasar cenderung masih akan melanjutkan aksi jual, sehingga dapat berimbas pada penurunan lanjutan IHSG,“ kata dia, Selasa (26/8/2014).
Apalagi, dia menambahkan, masih banyak saham-saham yang berada di sekitar area jenuh beli (overbought) semakin memicu aksi jual tersebut. Namun demikian, diharapkan pelemahan yang terjadi dapat terbatas, sehingga tidak mengubah tren IHSG.
Dia memprediksi, IHSG hari ini akan berada pada rentang support 5.168-5.178 dan resisten 5.205-5.215. Sementara laju IHSG kemarin terjaga di sekitar target support 5.170-5.189 dan berakhir di target kisaran tersebut.
Menurut Reza, telah terealisasinya bahan sentimen yang ada membuat pelaku pasar cenderung mengamankan posisi, sehingga melanjutkan pelemahannya. Kondisi tersebut masih berlanjut di awal pekan ini meski laju bursa saham Asia berada di zona positif.
Sentimen positif dari hasil pertemuan para bank sentral di Jackson Hole ternyata hanya berpengaruh pada laju bursa saham Asia, namun tidak halnya dengan IHSG. Di sisi lain, laju rupiah yang berbalik melemah turut membuat IHSG tidak mampu keluar dari zona merah meskipun dari transaksi asing tercatat nett buy.
Penguatan saham-saham pertambangan dan keuangan tidak mampu membawa IHSG ke zona hijau. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 5.223,26 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 5.187,38 jelang akhir sesi 1 dan berakhir di level 5.198,90.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
(rna)
Lihat Juga :