Rupiah Berakhir di Level 11.708/USD
Selasa, 26 Agustus 2014 - 16:35 WIB
Rupiah Berakhir di Level 11.708/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini ditutup tertekan seiring kembali terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.708 per USD. Posisi ini menguat 6 poin dibanding posisi penutupan Senin (25/8/2014) di level Rp11.714 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.723 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat pada level Rp11.703 per USD dan terlemah pada level Rp11.730 per USD.
Sementara data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini berakhir pada level Rp11.738 per USD, dengan kisaran harian Rp11.680-11.765 per USD. Posisi tersebut memburuk 22 poin dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp11.716 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp11.741 per USD. Posisi sore ini juga melemah 22 poin dibanding posisi hari sebelumnya di level Rp11.719 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.715 per USD. Posisi ini mendatar dengan posisi penutupan sebelumnya di level Rp11.714 per USD.
Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, tertekannya laju rupiah hari ini karena terimbas wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
"Rencana presiden terpilih (Joko Widodo) dengan Presiden Susilo Bambang Yudhonono untuk mendiskusikan potensi kenaikan harga BBM bersubsidi sebelum 20 Oktober 2014 turut berdampak pada terkonsolidasi melemahnya rupiah hari ini," kata dia, Selasa (26/8/2014).
Sementara IHSG hari ini berakhir melanjutkan pelemahan hari kemarin karena ditekan aksi jual dan seiring negatifnya bursa Asia. IHSG terpangkas 38,40 poin atau 0,74% ke level 5.146,55.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,07 triliun dengan 5,44 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing meningkat menjadi Rp194,74 miliar. Tercatat 100 saham naik, 226 saham melemah dan 85 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.708 per USD. Posisi ini menguat 6 poin dibanding posisi penutupan Senin (25/8/2014) di level Rp11.714 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.723 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat pada level Rp11.703 per USD dan terlemah pada level Rp11.730 per USD.
Sementara data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini berakhir pada level Rp11.738 per USD, dengan kisaran harian Rp11.680-11.765 per USD. Posisi tersebut memburuk 22 poin dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp11.716 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp11.741 per USD. Posisi sore ini juga melemah 22 poin dibanding posisi hari sebelumnya di level Rp11.719 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.715 per USD. Posisi ini mendatar dengan posisi penutupan sebelumnya di level Rp11.714 per USD.
Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, tertekannya laju rupiah hari ini karena terimbas wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
"Rencana presiden terpilih (Joko Widodo) dengan Presiden Susilo Bambang Yudhonono untuk mendiskusikan potensi kenaikan harga BBM bersubsidi sebelum 20 Oktober 2014 turut berdampak pada terkonsolidasi melemahnya rupiah hari ini," kata dia, Selasa (26/8/2014).
Sementara IHSG hari ini berakhir melanjutkan pelemahan hari kemarin karena ditekan aksi jual dan seiring negatifnya bursa Asia. IHSG terpangkas 38,40 poin atau 0,74% ke level 5.146,55.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,07 triliun dengan 5,44 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing meningkat menjadi Rp194,74 miliar. Tercatat 100 saham naik, 226 saham melemah dan 85 saham stagnan.
(rna)