Rupiah Ditutup Melemah ke Rp11.701/USD
Kamis, 28 Agustus 2014 - 16:37 WIB
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp11.701/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini ditutup melemah di tengah positifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.701 per USD. Posisi ini terdepresiasi 19 poin dibanding penutupan Rabu (27/8/2014) di level Rp11.682 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.679 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.674 per USD dan terlemah di level Rp11.727 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini juga berakhir pada level Rp11.701 per USD, dengan kisaran harian Rp11.682-Rp11.730 per USD. Posisi sore ini memburuk 19 poin dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp11.682 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini berakhir pada level Rp11.704 per USD. Posisi ini menguat 28 poin dibanding posisi hari sebelumnya di level Rp11.732 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.682 per USD. Posisi ini menguat 26 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp11.708 per USD.
Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, meski laju rupiah sempat menguat pagi tadi pasca pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan presiden terpilih Joko Widodo, namun akhirnya tertahan oleh meningkatnya permintaan valuta asing (valas) oleh korporasi untuk memenuhi kewajiban menjelang akhir bulan.
"Hal itu menahan penguatan rupiah hari ini," kata dia, Kamis (28/8/2014).
Sementara IHSG hari ini berakhir di jalur hijau seiring dengan meningkatnya aksi beli, namun di tengah terkoreksinya bursa Asia. IHSG terkerek 19,23 poin atau 0,37% ke level 5.184,48.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,01 triliun dengan 5,37 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing menjadi Rp226,92 miliar. Tercatat 205 saham naik, 123 saham melemah dan 110 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.701 per USD. Posisi ini terdepresiasi 19 poin dibanding penutupan Rabu (27/8/2014) di level Rp11.682 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.679 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.674 per USD dan terlemah di level Rp11.727 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini juga berakhir pada level Rp11.701 per USD, dengan kisaran harian Rp11.682-Rp11.730 per USD. Posisi sore ini memburuk 19 poin dibanding posisi penutupan kemarin di level Rp11.682 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini berakhir pada level Rp11.704 per USD. Posisi ini menguat 28 poin dibanding posisi hari sebelumnya di level Rp11.732 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.682 per USD. Posisi ini menguat 26 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp11.708 per USD.
Head of Research & Analysis BNI, Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, meski laju rupiah sempat menguat pagi tadi pasca pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan presiden terpilih Joko Widodo, namun akhirnya tertahan oleh meningkatnya permintaan valuta asing (valas) oleh korporasi untuk memenuhi kewajiban menjelang akhir bulan.
"Hal itu menahan penguatan rupiah hari ini," kata dia, Kamis (28/8/2014).
Sementara IHSG hari ini berakhir di jalur hijau seiring dengan meningkatnya aksi beli, namun di tengah terkoreksinya bursa Asia. IHSG terkerek 19,23 poin atau 0,37% ke level 5.184,48.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,01 triliun dengan 5,37 miliar saham diperdagangkan dan transaksi beli asing menjadi Rp226,92 miliar. Tercatat 205 saham naik, 123 saham melemah dan 110 saham stagnan.
(rna)