Tingkat Belanja Konsumen di AS Turun 0,1%

Jum'at, 29 Agustus 2014 - 21:00 WIB
Tingkat Belanja Konsumen...
Tingkat Belanja Konsumen di AS Turun 0,1%
A A A
WASHINGTON - Tingkat belanja konsumen di Amerika Serikat (AS) pada Juli 2014, secara tak terduga turun. Hal ini menjadi tanda bahwa rumah tangga tetap berhati-hati meskipun terjadi percepatan dalam pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (30/8/2014), Departemen Perdagangan AS mengatakan, belanja konsumen merosot sebesar 0,1% pada bulan lalu, sebagai penurunan pertama sejak Januari, setelah kenaikan 0,4% yang direvisi pada Juni.

Sebelumnya, ekonom memperkirakan belanja konsumen yang menyumbang lebih dari dua-pertiga kegiatan ekonomi AS, meningkat 0,2% pada Juli.

Pelemahan belanja konsumen pada awal kuartal ketiga ini akan mengubah sedikit persepsi ekonomi telah mempertahankan banyak momentum pada kuartal kedua.

Sektor ekonomi lainnya, seperti perumahan, pengeluaran bisnis, ekspor dan kegiatan pemerintah mempercepat. Selain itu, kondisi pasar tenaga kerja menguat.

Kemarin, pemerintah AS melaporkan ekonomi tumbuh pada kecepatan tahunan 4,2% pada kuartal kedua 2014, dengan belanja konsumen tumbuh pada kecepatan 2,5%. Sementara estimasi pertumbuhan pada kuartal ketiga berkisar di tingkat 3,6%.

Tabungan meningkat menjadi USD739,100 miliar pada Juli, level tertinggi sejak Desember 2012, dari USD709,4 juta pada Juni.

Tingkat konsumsi yang lemah, di mana tekanan inflasi diredam pada Juli, memberikan ruang Federal Reserve (The Fed) untuk menjaga suku bunga acuan pinjaman overnight mendekati nol untuk beberapa waktu, sambil menunggu percepatan dalam pertumbuhan upah.

Indeks harga untuk belanja konsumen naik 0,1% setelah meningkat 0,2% pada Juni. Itu adalah kenaikan terkecil sejak Februari. Dalam 12 bulan hingga Juli, indeks pengeluaran harga konsumsi pribadi (PCE) naik 1,6%.

Tidak termasuk makanan dan energi, harga naik tipis 0,1% setelah meningkat dengan margin yang sama pada Juni. Indeks harga PCE adalah ukuran inflasi yang dipantau The Fed. Angka tumbuh moderat 1,5% dalam 12 bulan sampai Juli, berjalan di bawah target bank sentral AS sebesar 2%.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Ekonomi China Mungkin...
Ekonomi China Mungkin Tidak Akan Pernah Melampaui Ekonomi Amerika
Bantuan Ekonomi Amerika...
Bantuan Ekonomi Amerika untuk Greenland Berbuntut Panjang
Konspirasi Yahudi: Kisah...
Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika
Didesak Situasi Ekonomi...
Didesak Situasi Ekonomi Amerika, Rupiah Akan Bergerak Sempit
3 Sinyal Ekonomi Amerika...
3 Sinyal Ekonomi Amerika Serikat di Ambang Resesi
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
7 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
8 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
8 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
9 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
10 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
10 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved