Newmont Setuju Lahan Tambang Dipangkas 21.000 Ha

Selasa, 02 September 2014 - 18:42 WIB
Newmont Setuju Lahan...
Newmont Setuju Lahan Tambang Dipangkas 21.000 Ha
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal (Dirjen) Minerba Kementerian ESDM, Sukhyar menyebutkan, pihaknya telah menyepakati mengenai 6 poin penting dengan PT Newmont Nusa Tenggara (NTT). Salah satu kesepakatannya adalah pengurangan wilayah operasi Newmont.

Menurut dia, luas wilayah operasi Newmont dikurangi dari sekitar 87.000 hektar menjadi 66.000 hektar atau terpangkas sekitar 21.000 hektar, yang hal tersebut adalah bagian dari bentuk penciutan wilayah.

Namun, Newmont akan melakukan perluasan ke wilayah Elang di Nusa Tenggara. Saat ini Newmont beroperasi di wilayah Batu Hijau. Wilayah Elang sudah masuk dalam 66.000 hektar lahan Newmont.

"Wilayah sih enggak ada masalah, Newmont juga akan mengembangkan ke wilayah sebelah timur, namanya daerahnya Elang. Mereka sepakat mengurangi karena durasi kontrak sampai 2030 ada waktu untuk mengembangkan wilayah baru," ucap Sukhyar ketika ditemui di Kantornya, Jakarta, Selasa (2/9/2014).

Dalam kesepakatan tersebut, Newmont juga tidak mempermasalahkan masalah kontrak yang akan habis 2030 mendatang. Newmont setuju untuk tidak mengubah masa kontrak ini karena masih panjang.

Namun demikian, Sukhyar menegaskan jika Newmont tidak perform dengan baik dalam tambangnya maka kontrak ini bisa direvisi pada masa mendatang.

"Panjang waktunya. Kalau bagus dan konsisten, ya jalan terus, kalau tidak perform kita putuskan dan bisa ditinjau ulang. Ada pengurangan wiilayah yang pasti," tutupnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gempa Berkekuatan M7,5...
Gempa Berkekuatan M7,5 Guncang Larantuka, Nusa Tenggara Timur
Freeport Bisa Lega,...
Freeport Bisa Lega, Permendag Ekspor Konsentrat Rampung Pekan Ini
Gempa M3,6 Guncang Lembata...
Gempa M3,6 Guncang Lembata Nusa Tenggara Timur
Gempa M5,8 Guncang Bima...
Gempa M5,8 Guncang Bima Nusa Tenggara Barat
Peduli Bencana NTT,...
Peduli Bencana NTT, Anies Posting Nomor Rekening Sejumlah Lembaga Kemanusiaan Pengumpul Donasi
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
Rusia: Ukraina Jadi...
Rusia: Ukraina Jadi Tambang Emas bagi Produsen Senjata Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved