KSP Intidana Kembangkan Sub Sistem Koperasi Lain

Sabtu, 06 September 2014 - 10:20 WIB
KSP Intidana Kembangkan...
KSP Intidana Kembangkan Sub Sistem Koperasi Lain
A A A
SEMARANG - Koperasi simpan pinjam (KSP) Intidana mengembangkan sistem modernisasi koperasi melalui Simpanan Antar Koperasi Teknologi Indonesia (Sakti).

Melalui Sakti ini KSP Intidana mengajak seluruh koperasi di Indonesia untuk bersatu agar mampu bersaing menghadapi globalisasi.

Direktur KSP Intidana Handoko mengatakan, Sakti adalah subsistem co-branding dengan koperasi lain. Dengan menggunakan subsistem Sakti, seluruh anggota koperasi bisa mengakses IT melalui perbankan.

Sejak Sakti diluncurkan sebulan lalu, ada lima koperasi yang sudah dalam tahap migrasi, yakni KSP Artha Prima, Talenta, Gradiska, Roda Sejahtera, dan Sarana Bakti. Dari lima KSP tersebut, memiliki jumlah anggota sebanyak 5.000.

Program Sakti seluruh anggota KSP bisa menikmati semua fasilitas yang sama dengan fasilitas perbankan. Mulai dari tarik tunai yang bisa dilakukan seluruh ATM jaringan Alto.

"Secara keseluruhan yang sudah memanfaatkan Sakti saat ini selain anggota KSP Intidana sekitar 131 ribu anggota ditambah lima 5 ribu anggota dari lima koperasi yang sudah bergabung," jelasnya.

Saat ini, di Jateng sudah ada 19 koperasi yang akan bergabung dan di Jawa Timur ada sekitar 100 koperasi yang menyatakan kesiapannya untuk melakukan co-branding dengan Sakti.

Dengan bersama-sama melakukan co-branding, sambung Handoko, setiap koperasi yang bergabung tidak perlu melakukan modernisasi sistem yang bisa membutuhkan dana besar, karena sistem sudah ada pada Intidana.

"Keuntungan lain adalah biaya administrasi cuma Rp6.000, jauh lebih murah dari perbankan, di sisi lain bungnya juga 5%," kata dia.

Handoko mengatakan, Sakti merupakan salah satu cara untuk membentengi koperasi menghadapi globalisasi dan AFTA 2015. "Salah satu langkah menghadapi globalisasi adalah bergandengan tangan," katanya.

Pihaknya yakin dengan bersama-sama koperasi akan mampu menjadi penopang ekonomi di Indonesia mengingat jumlah koperasi di seluruh Indonesia cukup besar mencapai 210 ribu.

"Bayangkan saja, kalau setiap koperasi memiliki satu mesin ATM saja, berarti akan ada 210 ribu mesin ATM, padahal saat ini mesin ATM di Indonesia baru mencapai sekitar 80 ribu," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tranformasi Koperasi...
Tranformasi Koperasi untuk Generasi Muda
Anggota KSP Sejahtera...
Anggota KSP Sejahtera Bersama Minta Kemenkop Bantu Selesaikan Masalah
HUT ke-77 Harkopnas,...
HUT ke-77 Harkopnas, Momentum Persatuan Gerakan Koperasi
Masihkah Koperasi Dibutuhkan?
Masihkah Koperasi Dibutuhkan?
DDI Galbar Gagas Koperasi...
DDI Galbar Gagas Koperasi Berbasis Manajemen Madrasah
Transformasi Koperasi...
Transformasi Koperasi Digital 4.0 ala MMSI Fokus Sejahterakan Anggotanya
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
6 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
6 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
7 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
7 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
7 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
7 jam yang lalu
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved