Potensi Penguatan IHSG Dibayangi Profit Taking
Senin, 08 September 2014 - 07:49 WIB
Potensi Penguatan IHSG Dibayangi Profit Taking
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan pekan ini diprediksi masih berpotensi melanjutkan kenaikan jika didukung aksi beli. Kendati demikian, potensi pembalikan arah juga patut diperhatikan lantaran adanya aksi ambil untung (profit taking).
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola evening star di atas middle bollinger band (MBB). MACD kembali mencoba membentuk golden cross dengan histogram negatif yang kembali mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali mencoba berbalik naik.
Laju IHSG pada perdagangan kahir pekan lalu mampu bertahan di atas target support 5.175-5.188, namun tidak mampu menyentuh target resisten 5.226-5.235. Meski terjadi kenaikan, namun masih adanya aksi jual menahan peluang penguatan lanjutan.
"Diharapkan aksi beli masih ada dan lebih besar, sehingga dapat mewujudkan penguatan lanjutan tersebut. Namun demikian, tetap mencermati dan mengantisipasi bila terdapat perubahan arah pasar dan masih adanya profit taking," kata dia, Senin (8/9/2014).
Dia memprediksi, IHSG hari ini akan berada pada rentang support 5.188-5.200 dan resisten 5.228-5.235.
Sementara pada perdagangan akhir pekan lalu, terpantau laju IHSG bergerak variatif. Meski awalnya laju IHSG sempat mengalami penurunan, namun di akhir sesi mampu berakhir di zona hijau seiring masih adanya aksi beli.
"Pelaku pasar memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk mengambil posisi harga rendah," ujar Reza.
Penguatan sempat terjadi di awal sesi, namun lajunya kembali berkurang atau menurun. Tetapi, di akhir sesi, sentimen nett buy asing, kenaikan beberapa saham di sektor aneka industri dan perkebunan setelah harga CPO bergerak naik, serta diikuti oleh maraknya penguatan saham-saham lapis kedua mampu membuat IHSG menghijau hingga akhir sesi.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level tertinggi 5.224,30 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 5.199,91 jelang akhir sesi 2 dan berakhir di level 5.217,34.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola evening star di atas middle bollinger band (MBB). MACD kembali mencoba membentuk golden cross dengan histogram negatif yang kembali mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali mencoba berbalik naik.
Laju IHSG pada perdagangan kahir pekan lalu mampu bertahan di atas target support 5.175-5.188, namun tidak mampu menyentuh target resisten 5.226-5.235. Meski terjadi kenaikan, namun masih adanya aksi jual menahan peluang penguatan lanjutan.
"Diharapkan aksi beli masih ada dan lebih besar, sehingga dapat mewujudkan penguatan lanjutan tersebut. Namun demikian, tetap mencermati dan mengantisipasi bila terdapat perubahan arah pasar dan masih adanya profit taking," kata dia, Senin (8/9/2014).
Dia memprediksi, IHSG hari ini akan berada pada rentang support 5.188-5.200 dan resisten 5.228-5.235.
Sementara pada perdagangan akhir pekan lalu, terpantau laju IHSG bergerak variatif. Meski awalnya laju IHSG sempat mengalami penurunan, namun di akhir sesi mampu berakhir di zona hijau seiring masih adanya aksi beli.
"Pelaku pasar memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk mengambil posisi harga rendah," ujar Reza.
Penguatan sempat terjadi di awal sesi, namun lajunya kembali berkurang atau menurun. Tetapi, di akhir sesi, sentimen nett buy asing, kenaikan beberapa saham di sektor aneka industri dan perkebunan setelah harga CPO bergerak naik, serta diikuti oleh maraknya penguatan saham-saham lapis kedua mampu membuat IHSG menghijau hingga akhir sesi.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level tertinggi 5.224,30 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 5.199,91 jelang akhir sesi 2 dan berakhir di level 5.217,34.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
(rna)
Lihat Juga :