Karen Diyakini Mundur karena Tekanan Politik

Senin, 08 September 2014 - 13:26 WIB
Karen Diyakini Mundur...
Karen Diyakini Mundur karena Tekanan Politik
A A A
JAKARTA - Mantan Komisaris PT Pertamina (Persero) Umar Said meyakini bahwa pengunduran diri Karen Agustiawan dari jabatannya sebagai Direktur Utama (dirut) Pertamina lantaran tekanan politik.

"Bukan di Indonesia saja, di mana-mana juga begitu. Industri minyak selalu lengket sekali dengan politik, dengan kekuasaan. Itu di mana-mana. Apa di Malaysia engga begitu? Di Malaysia juga begitu," ucap dia di Grand Sahid Hotel Jakarta, Senin (8/9/2014).

Kendati demikian, Umar menuturkan bahwa aturan di Malaysia lebih jelas. Dirut Petronas (BUMN Migas Malaysia) tidak pernah dipanggil DPR. Sementara di Indonesia, dia menyebutkan bahwa hampir sepuluh Kali dalam setahun Dirut Pertamina dipanggil DPR.

"Di mana-mana begitu, di Amerika pernah ada perusahaan minyak niaga yang akan dijual, yang membeli China. Oleh pemerintah Washington, tidak boleh dijual ke China. Di jual ke dalam negeri harganya lebih murah. Intervensi politik selalu terjadi, cuma intervensi politik yang kolutif yang ada korupsinya itu yang enggak boleh," terangnya.

Menurut dia, seringnya Dirut Pertamina dipanggil ke DPR berpotensi memunculkan stigma pengaruh politik yang kuat terhadap perusahaan pelat merah tersebut. Bahkan berpotensi terjadinya pemerasan.

"Ya (pemerasan), ya benar. Ini kebijakan minyak bukan urusan Pertamina, ini urusannya pemerintah. Yang dipanggil pemerintah dong. DPR lembaga politik, yang dipanggil lembaga politiknya dong, jangan lembaga bisnis. Enggak nyambung," tukas dia.

Seperti diketahui, Karen Agustiawan telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan yang telah diembannya selama hampir 6,5 tahun di BUMN minyak dan gas (Migas) tersebut.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
53 menit yang lalu
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
3 jam yang lalu
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
3 jam yang lalu
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
4 jam yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
4 jam yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
5 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved