Jadi Dirut Pertamina Harus Tahan Banting
Senin, 08 September 2014 - 14:29 WIB
Jadi Dirut Pertamina Harus Tahan Banting
A
A
A
JAKARTA - Beberapa waktu lalu Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan memutuskan untuk mundur dari jabatannya yang telah diemban selama 6,5 tahun di BUMN Migas tersebut.
Banyak kalangan yang mengkaitkan kemunduran srikandi pertama di Pertamina dengan tekanan politik yang kerap datang kepada petinggi-petinggi Pertamina.
Mantan Komisaris Pertamina Umar Said pun sepakat dengan anggapan bahwa pengunduran diri Karen lantaran tekanan politik. Sebab itu dia berujar, orang nomor satu di perusahaan pelat merah tersebut haruslah yang tahan banting.
"Ya yang tahan banting (Dirut Pertamina). Yang siap diberhentikan. Kalau enggak mau ditekan, siap diberhentikan. Itu yg dibutuhkan Pertamina," tutur dia di Grand Sahid Hotel Jakarta, Senin (8/9/2014).
Lebih lanjut dia mengatakan, orang nomor satu di BUMN Migas tersebut haruslah orang yang mampu melepaskan diri dari mafia Migas, serta yang mampu lepas dari jerat perasan segelintir kelompok.
"Yang bisa melepaskan diri dari Mafia, yang bisa melepaskan dari minta ini minta itu dan sebagainya. Kalau enggak siap itu, ya Pertamina akan terus begini aja," tegas dia.
Sementara terkait pengunduran diri Karen Agustiawan, dia menjelaskan bahwa prosedurnya haruslah melalui rapat umum pemegang saham luar biasa(RUPSLB) yang kemudian akan ditetapkan siapa penggantinya.
"Mengajukan permohonan mundur nanti ada RUPS. Nah itu ditetapkan penggantinya. Kalau laporan keuangan kan tutup tahun, enggak ada (di RUPSLB) korporat ini, ini kan manusia," tukas dia.
Banyak kalangan yang mengkaitkan kemunduran srikandi pertama di Pertamina dengan tekanan politik yang kerap datang kepada petinggi-petinggi Pertamina.
Mantan Komisaris Pertamina Umar Said pun sepakat dengan anggapan bahwa pengunduran diri Karen lantaran tekanan politik. Sebab itu dia berujar, orang nomor satu di perusahaan pelat merah tersebut haruslah yang tahan banting.
"Ya yang tahan banting (Dirut Pertamina). Yang siap diberhentikan. Kalau enggak mau ditekan, siap diberhentikan. Itu yg dibutuhkan Pertamina," tutur dia di Grand Sahid Hotel Jakarta, Senin (8/9/2014).
Lebih lanjut dia mengatakan, orang nomor satu di BUMN Migas tersebut haruslah orang yang mampu melepaskan diri dari mafia Migas, serta yang mampu lepas dari jerat perasan segelintir kelompok.
"Yang bisa melepaskan diri dari Mafia, yang bisa melepaskan dari minta ini minta itu dan sebagainya. Kalau enggak siap itu, ya Pertamina akan terus begini aja," tegas dia.
Sementara terkait pengunduran diri Karen Agustiawan, dia menjelaskan bahwa prosedurnya haruslah melalui rapat umum pemegang saham luar biasa(RUPSLB) yang kemudian akan ditetapkan siapa penggantinya.
"Mengajukan permohonan mundur nanti ada RUPS. Nah itu ditetapkan penggantinya. Kalau laporan keuangan kan tutup tahun, enggak ada (di RUPSLB) korporat ini, ini kan manusia," tukas dia.
(gpr)
Lihat Juga :