Opini Laporan Keuangan BPK Diduga Diperjualbelikan

Senin, 08 September 2014 - 16:49 WIB
Opini Laporan Keuangan...
Opini Laporan Keuangan BPK Diduga Diperjualbelikan
A A A
JAKARTA - Kinerja Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat ini sedang mendapatkan kritikan dari sejumlah calon anggota BPK yang saat ini tengah mengikuti proses seleksi di Komisi XI DPR hari ini.

Salah satu peserta seleksi yang mengemukakan kritikannya yaitu akademisi Universitas Jayabaya, Jhon Reinhard Sihombing. Dia menyoroti soal indikasi adanya jual beli opini laporan keuangan yang diduga kerap dilakukan oknum lembaga auditor negara tersebut.

"Saya menduga ya, jual beli opini ini harus ditindak tegas, dan dihapus, salah satu caranya bagaiamana meningkatkan integritas calon anggota BPK. Itu semuanya juga harus dari proses pemilihan," ujarnya usai mengikuti Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test) Calon Anggota BPK RI periode 2014-2019 dengan Komisi XI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (8/9/2014).

Meskipun ini baru indikasi, yang berasal dari pemberitaan media, namun jika dirinya terpilih menjadi anggota BPK nantinya, Jhon berjanji akan menindaklanjuti indikasi tersebut dan berkomitmen untuk memberantasnya hingga ke akarnya.

"Caranya calon anggota harus bisa memahami kondisi internal dan meningkatkan kualitas dan integritas auditor," lanjutnya.

Sementara itu, peserta seleksi anggota BPK yang lainnya yang saat ini menjabat sebagai Inspektur Utama BPK Mahendro Sumardjo membantah adanya indikasi jual beli opini oleh oknum tertentu pada internal BPK.

Dia juga menjelaskan, pemeriksaan dan keputusan tentang opini laporan keuangan terhadap kementerian atau lembaga pemerintah yang dikeluarkan oleh BPK selama ini telah sesuai dengan standar pemeriksaan keuangan negara (SPKN) dan panduan manajemen pemeriksaan. Selain itu, pihak inspektorat juga telah melakukan kajian terhadap hasil pemeriksaan yang dilakukan auditor.

"Saya melakukan pemeriksaan harus compliance dengan pemeriksaan keuangan selama mengacu pada SPKN. Kalau itu masih sesuai dengan standar dan belum melanggar, itu masih dianggap baik. Kalau jual beli opini saya belum melihat secara kasat mata, masih buram ya," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
DPR Sahkan Politikus...
DPR Sahkan Politikus Golkar Ahmadi Noor Supit Jadi Anggota BPK Periode 2022-2027
Sudah Jatuh Tempo, 16...
Sudah Jatuh Tempo, 16 Temuan LHP BPK Belum Ditindaklanjuti
Ada Apa, Laporan Keuangan...
Ada Apa, Laporan Keuangan KPU dan BSSN Tidak Dapat WTP dari BPK
Gantikan Wahyu Priyono,...
Gantikan Wahyu Priyono, Paula Henry Resmi Nahkodai BPK Sulsel
BPK Ungkap 6.011 Masalah...
BPK Ungkap 6.011 Masalah pada APBN 2021, Nilainya Capai Rp31,34 Triliun
BPK Gelar Edukasi Akuntabilitas...
BPK Gelar Edukasi Akuntabilitas bagi Kalangan Muda
Berita Terkini
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
27 menit yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
35 menit yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
Jurusan yang Lulusannya...
Jurusan yang Lulusannya Banyak Dibutuhkan Kementerian Keuangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved