Potensi Reli Lanjutan IHSG Makin Terbatas
Selasa, 09 September 2014 - 08:09 WIB
Potensi Reli Lanjutan IHSG Makin Terbatas
A
A
A
JAKARTA - Potensi reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari kedua pekan ini diproyeksi makin terbatas lantaran sudah memasuki area jenuh beli (overbought).
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah mengungkapkan, jika IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks membentuk gap up dan bergerak menguat membentuk all time high di 5.246. Indikator RSI di area overbought dan potensi reli lanjutan semakin terbatas.
"Hari ini, indeks akan bergerak mixed to up dengan kenaikan terbatas," kata dia, Selasa (9/9/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan bergerak pada kisaran support 5.237 dan resistance 5.258. Sementara sentimen dari Amerika Serikat (AS) kurang mendukung laju penguatan.
Pasar saham AS dilanda aksi jual, dan tak mampu melanjutkan reli penguatannya. Indeks Dow Jones Industrial Avg mengalami koreksi 0,15%, sementara indeks S&P500 melemah sebesar 0,31%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh rilis data ekonomi Jepang. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 0,44%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas masih bergerak variatif (mixed). Harga minyak mentah WTI naik 0,37% ke level USD93 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi 0,14% ke posisi USD1.256 per ons.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menanti postur kabinet yang tengah dibentuk oleh presiden terpilih Joko Widodo, dan sedianya akan diumumkan pada pertengahan September 2014.
Di tempat terpisah, wakil presiden terpilih Jusuf Kalla mengaku akan memprioritaskan perbaikan tata kelola minyak dan gas (migas) Indonesia demi mendongkrak produksi. Dirinya yakin, tahun depan produksi (lifting) minyak dalam negeri bisa menembus angka 1 juta barel per hari.
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah mengungkapkan, jika IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks membentuk gap up dan bergerak menguat membentuk all time high di 5.246. Indikator RSI di area overbought dan potensi reli lanjutan semakin terbatas.
"Hari ini, indeks akan bergerak mixed to up dengan kenaikan terbatas," kata dia, Selasa (9/9/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan bergerak pada kisaran support 5.237 dan resistance 5.258. Sementara sentimen dari Amerika Serikat (AS) kurang mendukung laju penguatan.
Pasar saham AS dilanda aksi jual, dan tak mampu melanjutkan reli penguatannya. Indeks Dow Jones Industrial Avg mengalami koreksi 0,15%, sementara indeks S&P500 melemah sebesar 0,31%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh rilis data ekonomi Jepang. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 0,44%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas masih bergerak variatif (mixed). Harga minyak mentah WTI naik 0,37% ke level USD93 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi 0,14% ke posisi USD1.256 per ons.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menanti postur kabinet yang tengah dibentuk oleh presiden terpilih Joko Widodo, dan sedianya akan diumumkan pada pertengahan September 2014.
Di tempat terpisah, wakil presiden terpilih Jusuf Kalla mengaku akan memprioritaskan perbaikan tata kelola minyak dan gas (migas) Indonesia demi mendongkrak produksi. Dirinya yakin, tahun depan produksi (lifting) minyak dalam negeri bisa menembus angka 1 juta barel per hari.
(rna)
Lihat Juga :