Rupiah Ditutup Loyo ke Rp11.771/USD
Selasa, 09 September 2014 - 16:22 WIB
Rupiah Ditutup Loyo ke Rp11.771/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada ini berakhir loyo sejalan dengan terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.771 per USD. Posisi ini melemah 45 poin dibanding penutupan Senin (8/9/2014) di level Rp11.726 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.732 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.732 per USD dan terlemah di level Rp11.773 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini juga ditutup pada level Rp11.771 per USD, dengan kisaran harian Rp11.732-Rp11.815 per USD. Posisi ini memburuk 45 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.726 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp11.751 per USD. Posisi tersebut terdepresiasi 41 poin dibanding posisi kemarin di level Rp11.710 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.754 per USD. Posisi ini melemah 32 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp11.722 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, rupiah tertekan oleh menguatnya USD didorong spekulasi bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan menaikkan suku bunga acuan lebih cepat dari ekspektasi di tahun depan seiring dengan membaiknya data ekonomi dan menurunnya jumlah pengangguran di AS.
"USD kembali menguat terhadap beberapa mata uang utama dinia lainnya, termasuk rupiah," kata dia, Selasa (9/9/2014).
Sementara IHSG hari ini ditutup melemah setelah mencetak rekor baru berulang kali karena ditekan aksi ambil untung. IHSG anjlok 49,36 poin atau 0,94% ke level 5.197,12.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,22 triliun dengan 6,21 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp108,37 miliar. Tercatat 66 saham naik, 273 saham melemah dan 76 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.771 per USD. Posisi ini melemah 45 poin dibanding penutupan Senin (8/9/2014) di level Rp11.726 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.732 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.732 per USD dan terlemah di level Rp11.773 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini juga ditutup pada level Rp11.771 per USD, dengan kisaran harian Rp11.732-Rp11.815 per USD. Posisi ini memburuk 45 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.726 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp11.751 per USD. Posisi tersebut terdepresiasi 41 poin dibanding posisi kemarin di level Rp11.710 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.754 per USD. Posisi ini melemah 32 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp11.722 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, rupiah tertekan oleh menguatnya USD didorong spekulasi bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan menaikkan suku bunga acuan lebih cepat dari ekspektasi di tahun depan seiring dengan membaiknya data ekonomi dan menurunnya jumlah pengangguran di AS.
"USD kembali menguat terhadap beberapa mata uang utama dinia lainnya, termasuk rupiah," kata dia, Selasa (9/9/2014).
Sementara IHSG hari ini ditutup melemah setelah mencetak rekor baru berulang kali karena ditekan aksi ambil untung. IHSG anjlok 49,36 poin atau 0,94% ke level 5.197,12.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,22 triliun dengan 6,21 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp108,37 miliar. Tercatat 66 saham naik, 273 saham melemah dan 76 saham stagnan.
(rna)