Rakuten Akuisisi Operator Belanja Online Ebates Rp11,8 T

Selasa, 09 September 2014 - 16:43 WIB
Rakuten Akuisisi Operator...
Rakuten Akuisisi Operator Belanja Online Ebates Rp11,8 T
A A A
TOKYO - Raksasa e-commerce Jepang, Rakuten mengatakan, akan mengakuisisi operator belanja online asal Amerika Serikat (AS), Ebates sebesar USD1 miliar atau senilai Rp11,8 triliun (kurs Rp11.771/USD). Langkah ini diambil untuk memanfaatkan pasar luar negeri dan ekspansi dari pasar dalam negeri yang terbatas.

Rakuten menyebutkan, kesepakatan tunai ini akan memberikan akses ke 2,5 juta pelanggan baru di berbagai pasar, termasuk AS, Kanada, Korea Selatan dan China.

"Perusahaan akan mengakuisisi Ebates dengan total sebesar USD1 miliar dalam bentuk tunai, dan 100% saham Ebates sebagai suara yang luar biasa," ujar Kepala Eksekutif (CEO) Rakuten, Hiroshi Mikitani, seperti dilansir dari Daily Mail, Selasa (9/9/2014).

Langkah ini dapat membantu Rakuten bersaing di luar negeri dengan raksasa industri Amazon dan Alibaba (China), yang sedang mempersiapkan penawaran umum perdana (IPO), ditaksir bisa memperoleh dana sebesar USD24,3 miliar (sebagai penjualan saham terbesar dalam sejarah).

Ebates, yang berbasis di San Francisco menawarkan potongan harga dan kupon untuk berbelanja di 1.700 lebih mitra ritel, termasuk Amazon dan eBay. Pada 2013, mereka berhasil membukukan transaksi sekitar USD2,2 miliar.

Sejak meluncurkan bisnisnya di Taiwan pada 2008, Rakuten telah memperluas bisnisnya di 10 pasar luar negeri.

Tapi, transaksi e-commerce di luar negeri bagian terkecil dari bisnis secara keseluruhan, yang selama ini fokus pada pasar domestik tidak mungkin menawarkan lebih banyak ruang untuk pertumbuhan.

Tahun lalu, Rakuten membeli penyedia video streaming AS, Viki sekitar USD200 juta. Sementara pada Februari, mencaplok penyedia aplikasi pesan Viber senilai USD900 juta.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
8 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
9 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
Driver Online Gelar...
Driver Online Gelar Aksi Mogok Massal se-Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved