PKB Desak Jokowi-JK Prioritaskan Energi Terbarukan
Rabu, 10 September 2014 - 10:27 WIB
PKB Desak Jokowi-JK Prioritaskan Energi Terbarukan
A
A
A
JAKARTA - Indonesia memiliki sumber daya energi baru dan terbarukan dalam jumlah yang sangat berlimpah. Untuk itu, pemerintahan Jokowi-JK seharusnya mengeluarkan berbagai kebijakan tepat agar sumber daya tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat secara signifikan.
"Indonesia ini sangat kaya energi baru dan terbarukan, jumlahnya luar biasa. Makanya kami optimis prospek ke depan energi baru dan terbarukan harus menjadi prioritas. Berbagai terobosan baru harus dilakukan dan kita kerjakan bersama-sama," kata Ketua Fraksi PKB di DPR RI Marwan Jafar dalam keterangan persnya, Rabu (10/9/2014).
Apalagi, lanjut Marwan, pemerintahan mendatang diperkirakan akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Sehingga, dengan mengoptimalkan penggunaan energi baru dan terbarukan yang ada di negara ini, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan masyarakat dengan energi BBM itu sendiri.
"Mau tidak mau subsidi BBM itu akan dikurangi. Ini problem kita semua. Makanya dengan mengoptimalkan energi baru dan terbarukan diharapkan bisa menjadi solusi dari problem BBM ini, asalkan negara dikelola dengan lebih baik," terang Marwan.
Dia menyontohkan tata kelola negara yang tidak maksimal selama ini, misalnya berbagai aksi kejahatan penyelundupan, penimbunan, serta pencurian BBM yang hingga kini masih terus terjadi di negara ini.
Tentunya, lanjut Marwan, kejahatan seperti itu harus dibasmi hingga bersih sehingga ancaman krisis energi tidak terus menerus melanda Indonesia.
"Mafia energi harus kita selesaikan. Sebab energi merupakan faktor penting untuk menghitung ruang fiskal pada APBN," imbuhnya.
"Indonesia ini sangat kaya energi baru dan terbarukan, jumlahnya luar biasa. Makanya kami optimis prospek ke depan energi baru dan terbarukan harus menjadi prioritas. Berbagai terobosan baru harus dilakukan dan kita kerjakan bersama-sama," kata Ketua Fraksi PKB di DPR RI Marwan Jafar dalam keterangan persnya, Rabu (10/9/2014).
Apalagi, lanjut Marwan, pemerintahan mendatang diperkirakan akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Sehingga, dengan mengoptimalkan penggunaan energi baru dan terbarukan yang ada di negara ini, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan masyarakat dengan energi BBM itu sendiri.
"Mau tidak mau subsidi BBM itu akan dikurangi. Ini problem kita semua. Makanya dengan mengoptimalkan energi baru dan terbarukan diharapkan bisa menjadi solusi dari problem BBM ini, asalkan negara dikelola dengan lebih baik," terang Marwan.
Dia menyontohkan tata kelola negara yang tidak maksimal selama ini, misalnya berbagai aksi kejahatan penyelundupan, penimbunan, serta pencurian BBM yang hingga kini masih terus terjadi di negara ini.
Tentunya, lanjut Marwan, kejahatan seperti itu harus dibasmi hingga bersih sehingga ancaman krisis energi tidak terus menerus melanda Indonesia.
"Mafia energi harus kita selesaikan. Sebab energi merupakan faktor penting untuk menghitung ruang fiskal pada APBN," imbuhnya.
(izz)
Lihat Juga :