Agen di Solo Tak Distribusikan Elpiji 12 Kg
Rabu, 10 September 2014 - 13:38 WIB
Agen di Solo Tak Distribusikan Elpiji 12 Kg
A
A
A
SOLO - Keputusan PT Pertamina yang akhirnya menaikkan harga elpiji 12 kg direspon sejumlah agen elpiji di Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) dengan tidak mendistribusikan elpiji ke beberapa pangkalan.
Sarwoto, pemilik pangkalan elpiji di daerah Banyuanyar, Solo mengatakan, pihaknya telah menghubungi agen elpiji yang biasa mengirimkan elpiji.
Dari agen elpiji diperoleh jawaban jika untuk satu hari ini, agen belum berani mengirimkan elpiji kepada tiap-tiap pangkalan.
Alasannya, ungkap Sarwoto, agen masih menunggu keputusan dari Hiswana Migas menyangkut berapa kenaikan harga eceran elpiji yang akan disalurkan.
"Tadi saya telepon agen yang biasa mengirimkan elpiji ke saya. Dari agen diperoleh jawaban untuk hari ini libur. Karena agen masih menunggu dari Hiswana menyangkut berapa harga elpiji," jelas Sarwoto di Solo, Rabu (10/9/2014).
Menurutnya, dengan adanya kebijakan dari agen yang tak menyalurkan elpiji, secara otomatis pihaknya sebagai pangkalan tak berani menyalurkan elpiji, baik yang 12 kg maupun yang 3 kg pada pengecer.
Kalaupun pengecer tetap nekat memaksa membeli elpiji dari tempatnya, Sarwoto mengaku terpaksa menaikkan harganya sendiri.
"Saya catat pengecer ini beli elpiji ke tempat saya berapa. Kalau harga resmi sudah diketahui, kelebihan uangnya saya kembalikan lagi ke pengecer tersebut," ujarnya.
Dia belum tahu berapa kenaikan elpiji dari Pertamina. Namun informasi yang diperoleh pihaknya dari agen yang biasa menyalurkan elpiji ketempatnya, kenaikannya sebesar Rp1.500 kg.
Sebelum ada kenaikan, dari pihak agen untuk harga elpiji 12 kg harganya Rp92 ribu. Sedangkan elpiji 3 kg harganya Rp13 ribu.
"Dari harga itu jual lagi ke pengecer Rp94 ribu dan elpiji 3 kg, saya jual Rp14 ribu. Dan adanya kebijakan ini, kalau pengecer memaksa membeli, saya jual Rp96 ribu dan kecil tetap Rp14 ribu. Tapi kalau harganya tidak sampai segitu, uangnya saya kembalikan," paparnya.
Sarwoto, pemilik pangkalan elpiji di daerah Banyuanyar, Solo mengatakan, pihaknya telah menghubungi agen elpiji yang biasa mengirimkan elpiji.
Dari agen elpiji diperoleh jawaban jika untuk satu hari ini, agen belum berani mengirimkan elpiji kepada tiap-tiap pangkalan.
Alasannya, ungkap Sarwoto, agen masih menunggu keputusan dari Hiswana Migas menyangkut berapa kenaikan harga eceran elpiji yang akan disalurkan.
"Tadi saya telepon agen yang biasa mengirimkan elpiji ke saya. Dari agen diperoleh jawaban untuk hari ini libur. Karena agen masih menunggu dari Hiswana menyangkut berapa harga elpiji," jelas Sarwoto di Solo, Rabu (10/9/2014).
Menurutnya, dengan adanya kebijakan dari agen yang tak menyalurkan elpiji, secara otomatis pihaknya sebagai pangkalan tak berani menyalurkan elpiji, baik yang 12 kg maupun yang 3 kg pada pengecer.
Kalaupun pengecer tetap nekat memaksa membeli elpiji dari tempatnya, Sarwoto mengaku terpaksa menaikkan harganya sendiri.
"Saya catat pengecer ini beli elpiji ke tempat saya berapa. Kalau harga resmi sudah diketahui, kelebihan uangnya saya kembalikan lagi ke pengecer tersebut," ujarnya.
Dia belum tahu berapa kenaikan elpiji dari Pertamina. Namun informasi yang diperoleh pihaknya dari agen yang biasa menyalurkan elpiji ketempatnya, kenaikannya sebesar Rp1.500 kg.
Sebelum ada kenaikan, dari pihak agen untuk harga elpiji 12 kg harganya Rp92 ribu. Sedangkan elpiji 3 kg harganya Rp13 ribu.
"Dari harga itu jual lagi ke pengecer Rp94 ribu dan elpiji 3 kg, saya jual Rp14 ribu. Dan adanya kebijakan ini, kalau pengecer memaksa membeli, saya jual Rp96 ribu dan kecil tetap Rp14 ribu. Tapi kalau harganya tidak sampai segitu, uangnya saya kembalikan," paparnya.
(izz)
Lihat Juga :