Rupiah Ditutup Longsor ke Rp11.814/USD
Rabu, 10 September 2014 - 16:26 WIB
Rupiah Ditutup Longsor ke Rp11.814/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini ditutup longsor seiring makin melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.814 per USD. Posisi ini melemah 43 poin dibanding penutupan Selasa (9/9/2014) di level Rp11.771 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.773 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.764 per USD dan terlemah di level Rp11.822 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini juga berakhir pada level Rp11.814 per USD. Posisi tersebut terdepresiasi 63 poin dibanding posisi kemarin di level Rp11.751 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.820 per USD, dengan kisaran harian Rp11.770-11.830 per USD. Posisi ini memburuk 49 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.771 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.782 per USD. Posisi ini melemah 28 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp11.754 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini tertekan menguatnya USD di tengah membaiknya kondisi ekonomi AS dan terus bergulirnya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di dalam negeri.
Hal ini ditambah naiknya harga elpiji 12 kilogram (kg) sebesar Rp18.000 per tabung mulai hari ini. Selain itu, pelaku pasar juga menanti susunan kabinet dari pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
"IHSG yang negatif turut mencerminkan mulai turunnya risk appetite dari pelaku pasar, yang turut berdampak pada semakin tertekannya nilai tukar rupiah hari ini," kata dia, Rabu (10/9/2014).
IHSG ditutup melanjutkan koreksi hari sebelumnya karena tekanan jual investor asing. IHSG ditutup terjungkal 54,13 poin atau 1,04% ke level 5.142,99.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,26 4triliun dengan 5,53 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp827,92 6miliar. Tercatat 82 saham naik, 268 saham melemah dan 71 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.814 per USD. Posisi ini melemah 43 poin dibanding penutupan Selasa (9/9/2014) di level Rp11.771 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.773 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.764 per USD dan terlemah di level Rp11.822 per USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini juga berakhir pada level Rp11.814 per USD. Posisi tersebut terdepresiasi 63 poin dibanding posisi kemarin di level Rp11.751 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.820 per USD, dengan kisaran harian Rp11.770-11.830 per USD. Posisi ini memburuk 49 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.771 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.782 per USD. Posisi ini melemah 28 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp11.754 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini tertekan menguatnya USD di tengah membaiknya kondisi ekonomi AS dan terus bergulirnya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di dalam negeri.
Hal ini ditambah naiknya harga elpiji 12 kilogram (kg) sebesar Rp18.000 per tabung mulai hari ini. Selain itu, pelaku pasar juga menanti susunan kabinet dari pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
"IHSG yang negatif turut mencerminkan mulai turunnya risk appetite dari pelaku pasar, yang turut berdampak pada semakin tertekannya nilai tukar rupiah hari ini," kata dia, Rabu (10/9/2014).
IHSG ditutup melanjutkan koreksi hari sebelumnya karena tekanan jual investor asing. IHSG ditutup terjungkal 54,13 poin atau 1,04% ke level 5.142,99.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,26 4triliun dengan 5,53 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp827,92 6miliar. Tercatat 82 saham naik, 268 saham melemah dan 71 saham stagnan.
(rna)