Renegosiasi PKP2B Ditargetkan Tuntas Bulan Ini

Kamis, 11 September 2014 - 00:25 WIB
Renegosiasi PKP2B Ditargetkan...
Renegosiasi PKP2B Ditargetkan Tuntas Bulan Ini
A A A
JAKARTA - Pemerintah menargetkan penyelesaian renegosiasi seluruh pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) pada September ini. Dari 73 PKP2B, sebanyak 33 PKP2B yang menyetujui renegosiasi dan menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) amandemen kontrak pertambangan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sukhyar mengatakan, dari 40 PKP2B masih dalam tahap finalisasi dan diharapkan segera menandatagani MoU. “September ini kami harapkan semua PKP2B selesai renegosisasinya,” kata Sukhyar di Megawati Institute, Jakarta, Rabu (10/9/2014).

Dia menuturkan, alotnya pembahasan renegosiasi ini terutama pada isu penerimaan negara. Lantaran Undang-Undang No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara memuat ketentuan adanya peningkatan pendapatan negara.

Adapun dalam kontrak PKP2B sudah ditetapkan besaran pajak yang nilainya lebih tinggi ketimbang besaran peraturan pajak. “Manakala kontrak beralih ke izin pertambangan dan mengikuti ketentuan income tax maka terjadi penurunam penerimaan negara. Maka perlu cara supaya penerimaan tetap,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian ESDM perusahaan yang telah menandatangani kesepakatan amandemen renegosaisi diantaranya, PKP2B Generasi I antara lain PT Kendilo Coal Indonesia, PT Indominco Mandiri, PT Multi Harapan Utama,

PKP2B Generasi II antara lain PT Burneo Indobara, PT Mandiri Inti Perkasa, PT Jorong Baru Utama Greston, PT Purbaindo Coal Mining, PT Kartika Sela Bumi Mining, PT Riau Bara Harum, PT Antam Gunung Meratus, PT Marunda Graha Mineral, PT Indexsim Coalindo. PKP2B Generasi III antara lain; PT Selo Argo Kencono, PT Darma Puspita Mining, PT Tanjung Alam Jaya, PT Batu Alam Selaras, PT Eka Satya Dana Tama.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BUMA Australia Raih...
BUMA Australia Raih Perpanjangan Kontrak Tambang Blackwater hingga 2030
BUMA Australia Peroleh...
BUMA Australia Peroleh Kontrak Jasa Tambang Saraji Senilai Rp598,7 Miliar
DOID Raih Kontrak Tambang...
DOID Raih Kontrak Tambang Baru di Australia Rp3,22 Triliun
Respons Freeport Indonesia...
Respons Freeport Indonesia Saat Dapat Sinyal Perpanjangan Kontrak Tambang Usai 2041
Kecelakaan Tambang Emas...
Kecelakaan Tambang Emas di Zimbabwe, 13 Penambang Tewas dan 34 Orang Masih Terjebak
Freeport Minta Perpanjangan...
Freeport Minta Perpanjangan Kontrak Tambang Meski 2041 Masih Lama, Begini Kata Menteri ESDM
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
2 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
2 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
2 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
3 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
3 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved