Newmont Belum Bisa Ekspor Konsentrat

Kamis, 11 September 2014 - 12:55 WIB
Newmont Belum Bisa Ekspor...
Newmont Belum Bisa Ekspor Konsentrat
A A A
JAKARTA - Pemerintah menegaskan bahwa PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) belum mendapatkan izin ekspor konsentrat karena masih menunggu Surat Persetujuan Ekspor (SPE) dari Kementerian Perdagangan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sukhyar mengatakan, belum diterbitkannya SPE karena masih menunggu besaran kuota ekspor konsentrat. Pasalnya, besaran kuota ekspor mengacu kapasitas fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) milik PT Freeport Indonesia.

"Kuota ekspor kan mengacu kapasitas smelter yang dibangun bersama Freeport," kata Sukhyar saat dijumpai di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/9/2014).

Dia mengatakan, kapasitas smelter yang dibangun Freeport mencapai 400.000 ton tembaga katoda, dengan begitu membutuhkan bahan baku konsentrat sebanyak 1,6 juta ton. Sedangkan kapasitas kuota ekspor bagi Freeport dan Newmont tidak boleh lebih dari 1,6 juta ton per tahun.

Adapun besaran pasokan konsentrat masing-masing pihak tersebut nantinya menjadi kuota ekspor yang ditetapkan ESDM.

"Newmont kan sebagai pemasok konsentrat ke smelter itu. Mereka harus duduk bersama membicarakan besaran pasokan ke smelter," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Direktur NNT Martiono Hadianto menuturkan, penandatangan nota kesepahaman ini memungkinkan NNT segera memperoleh izin ekspor konsentrat tembaga.

Setelah izin ekspor diperoleh, NNT akan memanggil para karyawan dan kontraktor untuk kembali bekerja dan memulai kembali kegiatan operasi tambang tembaga dan emas Batu Hijau secara aman dan tepat waktu.

"Kami memperkirakan tambang Batu Hijau akan kembali melakukan ekspor konsentrat tembaga dan beroperasi secara normal pada September ini," kata dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gempa Berkekuatan M7,5...
Gempa Berkekuatan M7,5 Guncang Larantuka, Nusa Tenggara Timur
Freeport Bisa Lega,...
Freeport Bisa Lega, Permendag Ekspor Konsentrat Rampung Pekan Ini
Gempa M3,6 Guncang Lembata...
Gempa M3,6 Guncang Lembata Nusa Tenggara Timur
Gempa M5,8 Guncang Bima...
Gempa M5,8 Guncang Bima Nusa Tenggara Barat
Peduli Bencana NTT,...
Peduli Bencana NTT, Anies Posting Nomor Rekening Sejumlah Lembaga Kemanusiaan Pengumpul Donasi
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved