Disperindag Kendal Akan Sidak ke Pengecer Elpiji 3 Kg

Kamis, 11 September 2014 - 15:50 WIB
Disperindag Kendal Akan...
Disperindag Kendal Akan Sidak ke Pengecer Elpiji 3 Kg
A A A
KENDAL - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kendal, Jateng akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pengecer elpiji 3 kg.

Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyuntikan elpiji 3 kg ke 12 kg pasca kenaikan harga.

Sekretaris Disperindag Kabupaten Kendal, Heru Yuniarso mengatakan, sidak dilakukan lantaran kenaikan harga elpiji 12 kg rawan terjadi penyuntikan di kalangan pengecer.

Menurutnya, hal itu dapat merugikan masyarakat. "Hanya untuk mengantisipasi adanya kecurangan seperti penyuntikan dan lain sebagainya," kata dia, Kamis (11/9/2014).

Meski demikian, pihaknya memastikan belum ditemukan kecurangan yang dilakukan di tingkat pengecer.

"Kami akan terus melakukan pemantauan sampai kondisi benar-benar aman," paparnya.

Rencananya, Disperindag akan mengundang Pertamina dan agen elpiji yang ada di Kabupaten Kendal untuk membahas soal kenaikan harga elpiji 12 kg.

Sebab, kenaikan harga tersebut dimungkinkan akan menjadi kendala pengusaha rumah makan dan hotel. "Imbasnya pasti ada. Kemungkinan masyarakat atau rumah makan yang menggunakan elpiji 12 kg akan beralih ke elpiji 3 kg," ujar dia.

Pada akhir 2014, pihaknya juga akan mengevaluasi perkembangan dampak dari kenaikan harga elpij 12 kg.

Latif, salah seorang pengecer elpiji 3 kg di Kaliwungu mengatakan, hingga kini pengambilan elpiji 3 kg ke agen masih lancar dan tidak ada masalah.

Dia berharap, meskipun ada kenaikan harga elpiji 12 kg, tidak memengaruhi peredaran elpiji 3 kg. "Tidak ada kelangkaan dan masih seperti biasa. Saya mengambil elpiji 3 kg dari agen, per tabung Rp13.500," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
23 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
39 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
2 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved