Rupiah Berakhir Melemah ke Rp11.827/USD
Kamis, 11 September 2014 - 16:27 WIB
Rupiah Berakhir Melemah ke Rp11.827/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini berakhir melemah di tengah terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.827 per USD. Posisi ini melemah 13 poin dibanding penutupan Rabu (10/9/2014) di level Rp11.814 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.825 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.805 per USD dan terlemah di level Rp11.840 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.825 per USD, dengan kisaran harian Rp11.808-Rp11.885 per USD. Posisi ini memburuk 54 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.771 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.831 per USD. Posisi ini melemah 49 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp11.782 per USD.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp11.811 per USD. Posisi tersebut selisih sedikit dengan posisi kemarin di level Rp11.814 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah tertekan sentimen dari global di tengah hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang masih mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) di level 7,5% karena terkendalinya laju inflasi bulan Agustus lalu.
"Sentimen global terkait semakin membaiknya kondisi di Amerika Serikat (AS) masih terus mewarnai pergerakan rupiah," kata dia, Kamis (11/9/2014).
IHSG hari ini ditutup kembali terkoreksi, meski sempat menguat karena ditekan aksi jual investor asing. IHSG terkoreksi 9,96 poin atau 0,19% ke level 5.133,03.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,34 triliun dengan 6,55 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp588,59 miliar. Tercatat 176 saham naik, 139 saham melemah dan 92 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp11.827 per USD. Posisi ini melemah 13 poin dibanding penutupan Rabu (10/9/2014) di level Rp11.814 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.825 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp11.805 per USD dan terlemah di level Rp11.840 per USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini pada level Rp11.825 per USD, dengan kisaran harian Rp11.808-Rp11.885 per USD. Posisi ini memburuk 54 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp11.771 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp11.831 per USD. Posisi ini melemah 49 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp11.782 per USD.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah hari ini pada level Rp11.811 per USD. Posisi tersebut selisih sedikit dengan posisi kemarin di level Rp11.814 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah tertekan sentimen dari global di tengah hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang masih mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) di level 7,5% karena terkendalinya laju inflasi bulan Agustus lalu.
"Sentimen global terkait semakin membaiknya kondisi di Amerika Serikat (AS) masih terus mewarnai pergerakan rupiah," kata dia, Kamis (11/9/2014).
IHSG hari ini ditutup kembali terkoreksi, meski sempat menguat karena ditekan aksi jual investor asing. IHSG terkoreksi 9,96 poin atau 0,19% ke level 5.133,03.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,34 triliun dengan 6,55 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp588,59 miliar. Tercatat 176 saham naik, 139 saham melemah dan 92 saham stagnan.
(rna)