alexametrics

BI Awasi Kredit Bermasalah Empat Sektor Ini

loading...
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengawasi kondisi kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di empat sektor, yaitu sektor konstruksi, pertambangan, perdagangan dan jasa sosial.

Hal itu dilakukan karena meski secara keseluruhan NPL tetap rendah dan stabil pada kisaran 2%, namun pada Juli 2014, NPL di keempat sektor itu menunjukkan kenaikan.

Pada Juli 2014, NPL sektor konstruksi tercatat sebesar 4,43% atau naik dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 4,24%. Pada sektor pertambangan, NPL tercatat sebesar 3,09% dibanding bulan sebelumnya 2,49%. Adapun sektor perdagangan mencatat NPL 3,06% dari 2,92% dan jasa sosial sebesar 2,96% dari 2,48% pada bulan sebelumnya.



"Selain rasio NPL, Bank Indonesia juga mengembangkan indikator yang didasarkan pada data historis untuk melihat potensi perpindahan kualitas kredit yang tergolong lancar menjadi kurang lancar ataupun macet," ujar Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah dalam rilisnya, Jumat (12/9/2014).

Berdasarkan indikator tersebut dan perkembangan terkini, terdapat tiga sektor yang perlu diperhatikan, yakni konstruksi, pertambangan, dan perdagangan.

Saat ini, Bank Indonesia juga mencermati perkembangan dana pihak ketiga (DPK) bank yang tumbuh melambat pada Juli 2014 menjadi 11,36% dari 13,63% di bulan sebelumnya.

Perlambatan pertumbuhan DPK ini diperkirakan hanya bersifat sementara sejalan dengan tingginya permintaan uang kartal di periode Lebaran dan diperkirakan akan kembali meningkat hingga akhir tahun searah dengan ekspansi pemerintah yang terus meningkat.

Sejalan dengan membaiknya kondisi likuiditas, beberapa bank besar sudah menurunkan suku bunga simpanannya pada Agustus 2014. Kondisi ini diharapkan dapat terus berlanjut hingga persaingan DPK, yang sempat terjadi di beberapa periode sebelumnya semakin berkurang.
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top