BI Awasi Kredit Bermasalah Empat Sektor Ini

Jum'at, 12 September 2014 - 12:16 WIB
BI Awasi Kredit Bermasalah...
BI Awasi Kredit Bermasalah Empat Sektor Ini
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengawasi kondisi kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di empat sektor, yaitu sektor konstruksi, pertambangan, perdagangan dan jasa sosial.

Hal itu dilakukan karena meski secara keseluruhan NPL tetap rendah dan stabil pada kisaran 2%, namun pada Juli 2014, NPL di keempat sektor itu menunjukkan kenaikan.

Pada Juli 2014, NPL sektor konstruksi tercatat sebesar 4,43% atau naik dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 4,24%. Pada sektor pertambangan, NPL tercatat sebesar 3,09% dibanding bulan sebelumnya 2,49%. Adapun sektor perdagangan mencatat NPL 3,06% dari 2,92% dan jasa sosial sebesar 2,96% dari 2,48% pada bulan sebelumnya.

"Selain rasio NPL, Bank Indonesia juga mengembangkan indikator yang didasarkan pada data historis untuk melihat potensi perpindahan kualitas kredit yang tergolong lancar menjadi kurang lancar ataupun macet," ujar Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah dalam rilisnya, Jumat (12/9/2014).

Berdasarkan indikator tersebut dan perkembangan terkini, terdapat tiga sektor yang perlu diperhatikan, yakni konstruksi, pertambangan, dan perdagangan.

Saat ini, Bank Indonesia juga mencermati perkembangan dana pihak ketiga (DPK) bank yang tumbuh melambat pada Juli 2014 menjadi 11,36% dari 13,63% di bulan sebelumnya.

Perlambatan pertumbuhan DPK ini diperkirakan hanya bersifat sementara sejalan dengan tingginya permintaan uang kartal di periode Lebaran dan diperkirakan akan kembali meningkat hingga akhir tahun searah dengan ekspansi pemerintah yang terus meningkat.

Sejalan dengan membaiknya kondisi likuiditas, beberapa bank besar sudah menurunkan suku bunga simpanannya pada Agustus 2014. Kondisi ini diharapkan dapat terus berlanjut hingga persaingan DPK, yang sempat terjadi di beberapa periode sebelumnya semakin berkurang.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
51 menit yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
1 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
1 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
2 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved