Pemerintah Diminta Serius Kendalikan Penggunaan Elpiji 3 Kg

Minggu, 14 September 2014 - 16:54 WIB
Pemerintah Diminta Serius...
Pemerintah Diminta Serius Kendalikan Penggunaan Elpiji 3 Kg
A A A
JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak pemerintah megendalikan penggunaan elpiji 3 kilogram (kg) dengan memberlakukan distribusi secara tertutup.

Bila tidak, penggunaan barang subsidi itu akan melebihi kuota dan memberikan beban keuangan negara. Yang pada gilirannya bisa merugikan konsumen rumah tangga dari kalangan bawah dan usaha mikro.

“Pemerintah harus konsisten, bahwa elpiji 3 kg itu hanya diperuntukkan bagi rumah tangga kelas bawah dan usaha mikro. Kalau tidak dikendalikan, barang subsidi itu tidak akan jatuh kepada yang berhak,” tegas Pengurus YLKI Tulus Abadi di Jakarta Minggu (14/9/2014).

Sejak kenaikan harga elpiji 12 kg sebesar Rp1.500 kg, dikhawatirkan terjadi migrasi penggunaan elpiji 12 kg ke elpiji 3 kg.

“Kalau tidak ditangani secara serius, bisa mati. Di sekitar rumah saya saja kini tinggal beberapa toko yang menjual elpiji 12 kg. Mereka tidak tidak menjual, karena sepi pembeli,” tegas Tulus.

Kenaikan elpiji 12 kg memang menjadi domain Pertamina, karena barang tersebut bukan barang bersubsidi. Rencananya, kenaikan harga akan diberlakukan secara bertahap, hingga mencapai nilai keekonomiannya. Kenaikan tersebut telah mendapat persetujuan dari Pemerintah.

Karena itu, kata Tulus, sudah saatnya pemerintah untuk memberlakukan distribusi elpiji 3 kg secara tertutup. Peran pemerintah ini tidak bisa digantikan oleh Pertamina, karena bukan regulator. Dalam distribusi tertutup ini tentu harus melibatkan pemerintah daerah.

“Hanya pemerintah pusat yang punya jalur kominikasi dengan pemerintah daerah,” tegas Tulus

Sebagai informasi, sesuai dengan Permen ESDM No 26/2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Elpiji, Pemerintah menjanjikan bahwa elpiji 3 kg hanya diperuntukkan untuk konsumen rumah tangga dan usaha mikro yang sudah terdaftar.

Bahkan pemerintah juga sudah menjanjikan pada tahun 2014 akan menerapkan distribusi elpiji 3 kg secara tertutup, agar barang subsidi itu tepat sasaran.

Namun hingga kini janji tersebut belum dilaksanakan. Sekarang ini justru mementumnya untuk melaksanakan distribusi elpiji 3 kg secara tertutup.

Sebagaimana diketahui, distribusi tertutup yang telah diterapkan di Banyumas, Pemalang, Tegal, Malang, Purbalingga, Sumedang, Pekanbaru dan Surakarta kini diberhentikan karena Pemerintah menilai lemah landasan hukumnya.
(dol)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Didorong...
Pemerintah Didorong Evaluasi Harga Gas Bumi
Gas Murah Industri Dipastikan...
Gas Murah Industri Dipastikan Lanjut, Berikut Skema Baru HGBT dan 7 Sektor Penerimanya
Subsidi Gas Industri...
Subsidi Gas Industri Perlu Dikaji Ulang, Ini Alasannya
Penetapan Harga Gas...
Penetapan Harga Gas Bumi Harus Mengakomodasi Kepentingan Semua Pihak
Industri Digerujuk Gas...
Industri Digerujuk Gas Murah, Negara Dapat Apa?
Harga Gas Murah Belum...
Harga Gas Murah Belum Terserap Maksimal, Menperin: Saya Juga Tak Mengerti
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
7 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
7 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
9 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
9 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
10 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
11 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved