Aksi Beli Diharapkan Tahan Laju Pelemahan IHSG
Senin, 15 September 2014 - 07:52 WIB
Aksi Beli Diharapkan Tahan Laju Pelemahan IHSG
A
A
A
JAKARTA - Aksi beli inevstor pada awal pekan ini diharapkan masih akan berlanjut, sehingga dapat menahan laju pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola piercing line bertahan di atas lower bollinger band (LBB). MACD masih turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba berbalik naik.
Laju IHSG pada akhir pekan lalu mampu bertahan di atas target support 5.120-5.126 dan kembali masuk target resisten 5.142-5.180. Meski masih rendah, namun masih adanya aksi beli mampu menahan pelemahan IHSG.
"Diharapkan aksi beli dapat kembali terjadi, sehingga mampu melanjutkan kenaikan laju IHSG," kata dia, Senin (15/9/2014).
Dia memprediksi, IHSG hari ini akan berada pada rentang support 5.115-5.133 dan resisten 5.155-5.178.
Sementara IHSG pada akhir pekan lalu, pasca mengalami pelemahan selama tiga hari berturut-turut, mulai mencoba rebound. Pelaku pasar pun mencoba memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali mengakumulasi.
"Meski akumulasi beli yang terjadi belum meningkat banyak, namun setidaknya sudah cukup minimal untuk membuat laju IHSG kembali menghijau," ujar dia.
Apalagi, Reza menambahkan, dari garis tren kenaikan jangka panjang, laju IHSG mampu bertahan di atas batas garis 5.120 dan hampir menutup utang gap 5.113-5.127, yang pernah terjadi di pertengahan Agustus lalu.
Positifnya laju bursa saham Asia dan tidak terlalu fluktuatifnya laju rupiah mampu mengimbangi sentimen negatif dari masih berlanjutnya aksi jual asing dan kekhawatiran imbas kenaikan harga gas elpiji terhadap inflasi.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level tertinggi 5.156,97 di mid sesi 2 dan menyentuh level terendah 5.127,73 di mid sesi 1 dan berakhir di level 5.143,71.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola piercing line bertahan di atas lower bollinger band (LBB). MACD masih turun dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba berbalik naik.
Laju IHSG pada akhir pekan lalu mampu bertahan di atas target support 5.120-5.126 dan kembali masuk target resisten 5.142-5.180. Meski masih rendah, namun masih adanya aksi beli mampu menahan pelemahan IHSG.
"Diharapkan aksi beli dapat kembali terjadi, sehingga mampu melanjutkan kenaikan laju IHSG," kata dia, Senin (15/9/2014).
Dia memprediksi, IHSG hari ini akan berada pada rentang support 5.115-5.133 dan resisten 5.155-5.178.
Sementara IHSG pada akhir pekan lalu, pasca mengalami pelemahan selama tiga hari berturut-turut, mulai mencoba rebound. Pelaku pasar pun mencoba memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali mengakumulasi.
"Meski akumulasi beli yang terjadi belum meningkat banyak, namun setidaknya sudah cukup minimal untuk membuat laju IHSG kembali menghijau," ujar dia.
Apalagi, Reza menambahkan, dari garis tren kenaikan jangka panjang, laju IHSG mampu bertahan di atas batas garis 5.120 dan hampir menutup utang gap 5.113-5.127, yang pernah terjadi di pertengahan Agustus lalu.
Positifnya laju bursa saham Asia dan tidak terlalu fluktuatifnya laju rupiah mampu mengimbangi sentimen negatif dari masih berlanjutnya aksi jual asing dan kekhawatiran imbas kenaikan harga gas elpiji terhadap inflasi.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level tertinggi 5.156,97 di mid sesi 2 dan menyentuh level terendah 5.127,73 di mid sesi 1 dan berakhir di level 5.143,71.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
(rna)
Lihat Juga :