IHSG Diprediksi pada Kisaran 5.125-5.187
Senin, 15 September 2014 - 08:17 WIB
IHSG Diprediksi pada Kisaran 5.125-5.187
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berpeluang untuk meneruskan lajunya di zona hijau dan menuju level tertinggi di 5.251.
Analis Senior HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan, aksi jual minor oleh pelaku pasar ditantang secara agresif, sehingga mengurangi momentum penurunan sebelumnya.
"Diperkirakan usaha tersebut akan membuahkan hasil dalam bentuk penembusan resistance minor IHSG di 5.187 untuk kembali break high 5.251," kata dia, Senin (15/9/2014).
Dia memperkirakan, IHSG akan bergerak pada kisaran support 5.125-5.065, dan resistance pada kisaran 5.187-5.251-5.285-5.325-5.425.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan untuk akumulasi beli adalah saham sektor pertambangan, alat berat, telekomunikasi dan automotof. Saham-saham tersebut, diantaranya:
1. PT Vale Indonesia (INCO), dengan trading target Rp4.450
Kami melihat bahwa koreksi di emiten nikel ini setelah pemerintah berencana menaikan royalti sebesar 10% (hal ini ditolak oleh pengusaha tambang namun masih dalam tahap negosiasi) terlalu berlebihan, sehingga akan terjadi upward retracement ke price gap atas di Rp4.450
Entry (1) Rp4.050, entry (2) Rp3.980, cut loss point: Rp3.875
2. PT United Tractors Tbk (UNTR), dengan trading target Rp21.150
Kami melihat secara teknikal koreksi medium term di emiten batu bara dan alat berat milik grup Astra ini sudah mereda dan berpotensi untuk membentuk upward retracement atau minor uptrend baru dari zona oversold (jenuh jual harian) ke price gap atas di Rp21.150.
Entry (1) Rp20.275, entry (2) Rp20.125, Cut loss point: Rp19.950.
3. PT Telekomunikasi Indoensia Tbk (TLKM), dengan trading target Rp2.925-Rp3.000
Melihat dari posisi medium term trend yang masih relatif positif, secara teknikal kami optimis proses konsolidasi emitten big cap telco ini masih berpotensi untuk breakout menguji resistance Rp2.925 dan psikologis di Rp3.000.
Entry (1) Rp2.795, entry (2) Rp2.745, cut loss point: Rp2.725
4. PT Astra International Tbk (ASII), dengan trading target Rp7.450-Rp7.550
Koreksi mendadak selama empat hari di emiten konsumer automotof dengan market cap terbesar di IHSG ini mulai kehilangan momentum dan mereda dalam kondisi jenuh jual atau oversold harian, rekomen bargain hunting untuk rebound kembali ke Rp7.450-Rp7.550.
Entry (1) Rp7.275, entry (2) Rp7.175, cut loss point: Rp7.100
Analis Senior HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan, aksi jual minor oleh pelaku pasar ditantang secara agresif, sehingga mengurangi momentum penurunan sebelumnya.
"Diperkirakan usaha tersebut akan membuahkan hasil dalam bentuk penembusan resistance minor IHSG di 5.187 untuk kembali break high 5.251," kata dia, Senin (15/9/2014).
Dia memperkirakan, IHSG akan bergerak pada kisaran support 5.125-5.065, dan resistance pada kisaran 5.187-5.251-5.285-5.325-5.425.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan untuk akumulasi beli adalah saham sektor pertambangan, alat berat, telekomunikasi dan automotof. Saham-saham tersebut, diantaranya:
1. PT Vale Indonesia (INCO), dengan trading target Rp4.450
Kami melihat bahwa koreksi di emiten nikel ini setelah pemerintah berencana menaikan royalti sebesar 10% (hal ini ditolak oleh pengusaha tambang namun masih dalam tahap negosiasi) terlalu berlebihan, sehingga akan terjadi upward retracement ke price gap atas di Rp4.450
Entry (1) Rp4.050, entry (2) Rp3.980, cut loss point: Rp3.875
2. PT United Tractors Tbk (UNTR), dengan trading target Rp21.150
Kami melihat secara teknikal koreksi medium term di emiten batu bara dan alat berat milik grup Astra ini sudah mereda dan berpotensi untuk membentuk upward retracement atau minor uptrend baru dari zona oversold (jenuh jual harian) ke price gap atas di Rp21.150.
Entry (1) Rp20.275, entry (2) Rp20.125, Cut loss point: Rp19.950.
3. PT Telekomunikasi Indoensia Tbk (TLKM), dengan trading target Rp2.925-Rp3.000
Melihat dari posisi medium term trend yang masih relatif positif, secara teknikal kami optimis proses konsolidasi emitten big cap telco ini masih berpotensi untuk breakout menguji resistance Rp2.925 dan psikologis di Rp3.000.
Entry (1) Rp2.795, entry (2) Rp2.745, cut loss point: Rp2.725
4. PT Astra International Tbk (ASII), dengan trading target Rp7.450-Rp7.550
Koreksi mendadak selama empat hari di emiten konsumer automotof dengan market cap terbesar di IHSG ini mulai kehilangan momentum dan mereda dalam kondisi jenuh jual atau oversold harian, rekomen bargain hunting untuk rebound kembali ke Rp7.450-Rp7.550.
Entry (1) Rp7.275, entry (2) Rp7.175, cut loss point: Rp7.100
(rna)
Lihat Juga :