IHSG Diproyeksi Variatif Cenderung Menguat Terbatas
Kamis, 18 September 2014 - 08:31 WIB
IHSG Diproyeksi Variatif Cenderung Menguat Terbatas
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini diproyeksi akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas.
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah mengungkapkan, jika IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks memasuki fase konsolidasi dikisaran 5.113–5.225 danditutup naik 1,12% di level 5.188.
"Indikator MACD di area bullish mengindikasikan indeks masih akan melanjutkan penguatannya. Hari ini, Indeks masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas," kata dia, Kamis (18/9/2014).
Dia memperkirakan, IHSG akan bergerak pada kisaran support 5.164 dan resistance 5.205. Sementara sentimen dari luar negeri variatif.
Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak flat seiring janji The Fed yang akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah. Meskipun, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan, jika memang diperlukan.
Penguatan tipis dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg dan indeks S&P500 yang masing-masing menguat 0,15% serta 0,13%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham turut dipengaruhi oleh angka inflasi Eropa yang dirilis diatas ekspektasi. Apresiasi pasar saham Asia pagi ini ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang yang menguat 0,75%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan melemah 0,20%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas melanjutkan pelemahannya. Harga minyak mentah WTI turun 0,49% ke level USD93,96 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi 1,43% ke posisi USD1.221,50 per ons.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menanti rilis nama-nama kementerian yang akan masuk dalam jajaran kabiner presiden dan wakil presiden terpilih pekan depan. Selain itu, publik juga menunggu putusan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada yang sedianya akan ditetapkan pada 25 September mendatang.
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah mengungkapkan, jika IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks memasuki fase konsolidasi dikisaran 5.113–5.225 danditutup naik 1,12% di level 5.188.
"Indikator MACD di area bullish mengindikasikan indeks masih akan melanjutkan penguatannya. Hari ini, Indeks masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas," kata dia, Kamis (18/9/2014).
Dia memperkirakan, IHSG akan bergerak pada kisaran support 5.164 dan resistance 5.205. Sementara sentimen dari luar negeri variatif.
Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak flat seiring janji The Fed yang akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah. Meskipun, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan, jika memang diperlukan.
Penguatan tipis dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg dan indeks S&P500 yang masing-masing menguat 0,15% serta 0,13%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham turut dipengaruhi oleh angka inflasi Eropa yang dirilis diatas ekspektasi. Apresiasi pasar saham Asia pagi ini ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang yang menguat 0,75%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan melemah 0,20%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas melanjutkan pelemahannya. Harga minyak mentah WTI turun 0,49% ke level USD93,96 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi 1,43% ke posisi USD1.221,50 per ons.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menanti rilis nama-nama kementerian yang akan masuk dalam jajaran kabiner presiden dan wakil presiden terpilih pekan depan. Selain itu, publik juga menunggu putusan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada yang sedianya akan ditetapkan pada 25 September mendatang.
(rna)
Lihat Juga :