IHSG Akan Ambruk jika Kabinet Jokowi Buruk
Kamis, 18 September 2014 - 12:45 WIB
IHSG Akan Ambruk jika Kabinet Jokowi Buruk
A
A
A
JAKARTA - Kepala Riset Citibank Ferry Wong mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan ambruk jika kabinet Joko Widodo (Jokowi) buruk.
Dia menilai, kabinet di pemerintahan saat ini (SBY) cakup bagus. Namun ada beberapa menteri yang seharusnya bukan dari partai politik. Ini pembelajaran bagi pemerintahan mendatang.
"Ada beberapa kementerian yang seharusnya dipegang profesional. Seperti menteri keuangan, menteri ESDM dan menteri transportasi. Jika infrastruktur bagus maka kondisi investasi dan pasar modal juga akan bagus," ujarnya di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (18/9/2014).
Ferry menuturkan, jika formasi kabinet Jokowi ternyata buruk, maka tappering akan lebih cepat dari eskpektasi. Kemudian, impact ke market, economic growth bisa di bawah 5%.
"Kalau indeks meja kabinet enggak bagus, koalisi juga susah. Saya lihat market akan valuation going the mean, ke low 4.000," terangnya.
Sementara, defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan gencar menjadi isu karena pemerintah terlambat sadar bahwa kenaikan BBM yang harusnya naik Maret 2012 tidak kunjung dilakukan.
"Jadi, tetap akan menjadi isu karena masih banyak ke impor. Dan, ekspor harus ke manufacturing supaya enggak fokus ke komoditi," jelasnya.
Ferry memaparkan untuk perbaikan ekonomi dalam negeri, Indonesia harus mampu melaksanakan ekspor yang berkaitan dengan didorongnya komoditi. Sebab, coal CPO saat ini lagi menurun.
"Ekonomi growth kita juga turun, jadi infrastruktur harus bagus. Investor akan masuk ke more value added product. Kita harus mulai masuk ke manufaktur. Harus diperbaiki structural not syclical. Cost infrastruktur airport, seaport, jalan raya harus diperbaiki," tandasnya.
(Baca: Tingkatkan Pasar Modal, Pemerintah Harus Lakukan Ini)
Dia menilai, kabinet di pemerintahan saat ini (SBY) cakup bagus. Namun ada beberapa menteri yang seharusnya bukan dari partai politik. Ini pembelajaran bagi pemerintahan mendatang.
"Ada beberapa kementerian yang seharusnya dipegang profesional. Seperti menteri keuangan, menteri ESDM dan menteri transportasi. Jika infrastruktur bagus maka kondisi investasi dan pasar modal juga akan bagus," ujarnya di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (18/9/2014).
Ferry menuturkan, jika formasi kabinet Jokowi ternyata buruk, maka tappering akan lebih cepat dari eskpektasi. Kemudian, impact ke market, economic growth bisa di bawah 5%.
"Kalau indeks meja kabinet enggak bagus, koalisi juga susah. Saya lihat market akan valuation going the mean, ke low 4.000," terangnya.
Sementara, defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan gencar menjadi isu karena pemerintah terlambat sadar bahwa kenaikan BBM yang harusnya naik Maret 2012 tidak kunjung dilakukan.
"Jadi, tetap akan menjadi isu karena masih banyak ke impor. Dan, ekspor harus ke manufacturing supaya enggak fokus ke komoditi," jelasnya.
Ferry memaparkan untuk perbaikan ekonomi dalam negeri, Indonesia harus mampu melaksanakan ekspor yang berkaitan dengan didorongnya komoditi. Sebab, coal CPO saat ini lagi menurun.
"Ekonomi growth kita juga turun, jadi infrastruktur harus bagus. Investor akan masuk ke more value added product. Kita harus mulai masuk ke manufaktur. Harus diperbaiki structural not syclical. Cost infrastruktur airport, seaport, jalan raya harus diperbaiki," tandasnya.
(Baca: Tingkatkan Pasar Modal, Pemerintah Harus Lakukan Ini)
(izz)
Lihat Juga :