Pembatasan BBM di Tol Akibat Kesalahan Kebijakan

Minggu, 21 September 2014 - 10:42 WIB
Pembatasan BBM di Tol...
Pembatasan BBM di Tol Akibat Kesalahan Kebijakan
A A A
JAKARTA - Laporan Asosiasi Pengusaha Tempat Istirahat Pelayanan Jalan Tol Indonesia (Aptipindo) ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) soal pembatasan BBM di jalan tol dinilai dampak dari kesalahan kebijakan BBM.

Hal tersebut dikatakan pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy saat dihubungi Sindonews, Minggu (21/9/2014).

Menurutnya, ada beberapa hal yang membuat dampat dari kebijakan pembatasan BBM tersebut.

"Pertama, karena dari kesalahan kebijakan BBM yang dibuat oleh pemerintah. Itu berkaitan dengan pengurangan BBM yang 46 juta kiloliter," tuturnya.

Pemerintah, kata dia, menganggap hal ini tidak boleh habis sebelum waktunya, karena itu, ada pembatasan BBM di jalan tol.

Dia menjelaskan, saat ini kuota BBM Indonesia hanya tersisa 8 juta kl dan solar 4 juta kl. Pemerintah dinilai takut tidak terpenuhinya kebutuhan masyarakat terhadap BBM.

"Kedua, kenapa pemerintah takut masyarakat akan kekurangan BBM, karena hampir semua orang sekarang menggunakan kendaraan pribadi, bukan umum," terangnya.

Saat ini jumlah mobil dan motor semakin banyak. Apalagi, produksinya terus meningkat. "Ini akan berimbas pada pemakaian BBM yang akan over kuota," ujarnya.

Menurutnya, karena fenomena tersebut, semua menjadi mungkin akan over kuota pemakaian. Terlebih, motor yang saat ini menjamur kondisi pemakaiannya jauh melebihi kapasitas mobil di jalan-jalan ibu kota.

"Sehingga yang pakai BBM bersubsidi kita bukan mereka yang enggak mampu menurut saya, tapi ya motor-motor itu saking banyaknya diproduksi dan banyak yang pakai," kata dia.

Ketiga, tidak jujurnya pemerintah dalam bicara soal cost produksi terhadap harga minyak ke masyarakat. Hal ini mengingat banyaknya mafia migas berkeliaran mencuri minyak negara.

Ichsanuddin menilai, pemerintah tidak terbuka terkait biaya minyak, produksi minyak baik biaya produksi dari dalam negeri ataupun impor dan biaya produksi hulu dan hilir.

"Mereka takut kemahalan ini diketahui. Kenapa saya bilang kemahalan? Ini cuma memperhalus saja ke mereka yang mencuri minyak kita alias yang korupsi," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah akan Batasi...
Pemerintah akan Batasi Pembelian BBM Subsidi Mulai 1 Oktober 2024
Pembatasan BBM Subsidi...
Pembatasan BBM Subsidi lewat MyPertamina
PBOIN Tolak Pembatasan...
PBOIN Tolak Pembatasan BBM Bersubsidi
Daftar Mobil yang Dilarang...
Daftar Mobil yang Dilarang Konsumsi Pertalite Mulai September 2022
Pembatasan Pembelian...
Pembatasan Pembelian BBM Subsidi Masih Tersendat Aturan
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Berlakukan Pembatasan BBM Subsidi
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
2 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
3 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
3 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
3 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
3 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved