IHSG Diprediksi Masih Akan Melemah Terbatas
Rabu, 24 September 2014 - 08:23 WIB
IHSG Diprediksi Masih Akan Melemah Terbatas
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ketiga pekan ini diprediksi masih akan bergerak variatif, dengan kecenderungan melanjutkan pelemahan dalam kisaran terbatas.
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah mengungkapkan, IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak melemah membentuk gap down ditutup turun 0,61% ke level 5.188. Indeks masih akan bergerak variatif (mixed) pada kisaran 5.186–5.245.
"Indikator stochastic masih di area bullish dan membentuk deadcross mengindikasikan reversal. Hari ini, Indeks masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas," kata dia, Rabu (24/9/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan bergerak pada kisaran support 5.181 dan resistance 5.199. Sementara sentimen dari luar mendukung IHSG melanjutkan pelemahan.
Pasar saham Amerika Serikat (AS) pasca pemerintah mengeluarkan peraturan pajak yang baru ditutup terkoreksi. Koreksi dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 0,68% dan indeks S&P500 sebesar 0,58%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh ketidakstabilan kondisi geopolitik di Timur Tengah. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 0,20% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang turun 0,32%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak variatif. Harga minyak mentah WTI turun 0,01% ke level USD90,55 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat 0,11% ke posisi USD1.226 per ons.
Dari dalam negeri, publik menanti keputusan rancangan undang-undang pemilihan kepala daerah (RUU Pilkada) yang sedianya akan diputuskan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) esok hari.
Di sisi lain, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dikabarkan akan menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi sebesar Rp3.000 per liter, segera setelah mereka dilantik.
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah mengungkapkan, IHSG diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak melemah membentuk gap down ditutup turun 0,61% ke level 5.188. Indeks masih akan bergerak variatif (mixed) pada kisaran 5.186–5.245.
"Indikator stochastic masih di area bullish dan membentuk deadcross mengindikasikan reversal. Hari ini, Indeks masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas," kata dia, Rabu (24/9/2014).
Dia memprediksi, IHSG akan bergerak pada kisaran support 5.181 dan resistance 5.199. Sementara sentimen dari luar mendukung IHSG melanjutkan pelemahan.
Pasar saham Amerika Serikat (AS) pasca pemerintah mengeluarkan peraturan pajak yang baru ditutup terkoreksi. Koreksi dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar 0,68% dan indeks S&P500 sebesar 0,58%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh ketidakstabilan kondisi geopolitik di Timur Tengah. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 0,20% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang turun 0,32%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas bergerak variatif. Harga minyak mentah WTI turun 0,01% ke level USD90,55 per barel. Sedangkan harga emas Comex menguat 0,11% ke posisi USD1.226 per ons.
Dari dalam negeri, publik menanti keputusan rancangan undang-undang pemilihan kepala daerah (RUU Pilkada) yang sedianya akan diputuskan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) esok hari.
Di sisi lain, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dikabarkan akan menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi sebesar Rp3.000 per liter, segera setelah mereka dilantik.
(rna)
Lihat Juga :