IHSG Akan Anjlok jika BBM Subsidi Tak Dinaikkan
Rabu, 24 September 2014 - 17:27 WIB
IHSG Akan Anjlok jika BBM Subsidi Tak Dinaikkan
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan anjlok dan pertumbuhan ekonomi kembali turun jika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak dinaikkan.
Hal tersebut dikatakan pengamat pasar modal sekaligus Anggota Analis Efek Indonesia (AAEI) Budi Frensidy kepada Koran Sindo, Rabu (24/9/2014).
Dia mengatakan, subsidi terhadap komoditas dari dulu hingga sekarang dan untuk alasan apa pun adalah tidak sehat dan salah sasaran. Karena, dinikmati sebagian besar orang kaya atau yang punya kendaraan.
Akibat tidak dinaikkan, maka neraca perdagangan akan terus defisit dan ujung-ujungnya transaksi berjalan juga akan defisit sekitar 2,5% dari produk domestik bruto (PDB).
"Ini baru satu sisi, sisi lainnya adalah defisit di APBN yang harus memberikan subsidi energi
sampai Rp433 triliun," ungkapnya.
Budi mengatakan, hal ini sungguh tidak sehat dan menyebabkan ruang gerak APBN untuk infrastruktur dan program-program lainnya sangat terbatas atau hampir tidak tersedia lagi.
"Intinya, negara kita akan terus mengalami defisit kembar dan tripel yaitu di APBN dan juga neraca perdagangan serta transaksi berjalan," pungkas dia.
(Baca: IHSG Diprediksi Tembus Level 6.000 Tahun Depan)
Hal tersebut dikatakan pengamat pasar modal sekaligus Anggota Analis Efek Indonesia (AAEI) Budi Frensidy kepada Koran Sindo, Rabu (24/9/2014).
Dia mengatakan, subsidi terhadap komoditas dari dulu hingga sekarang dan untuk alasan apa pun adalah tidak sehat dan salah sasaran. Karena, dinikmati sebagian besar orang kaya atau yang punya kendaraan.
Akibat tidak dinaikkan, maka neraca perdagangan akan terus defisit dan ujung-ujungnya transaksi berjalan juga akan defisit sekitar 2,5% dari produk domestik bruto (PDB).
"Ini baru satu sisi, sisi lainnya adalah defisit di APBN yang harus memberikan subsidi energi
sampai Rp433 triliun," ungkapnya.
Budi mengatakan, hal ini sungguh tidak sehat dan menyebabkan ruang gerak APBN untuk infrastruktur dan program-program lainnya sangat terbatas atau hampir tidak tersedia lagi.
"Intinya, negara kita akan terus mengalami defisit kembar dan tripel yaitu di APBN dan juga neraca perdagangan serta transaksi berjalan," pungkas dia.
(Baca: IHSG Diprediksi Tembus Level 6.000 Tahun Depan)
(izz)
Lihat Juga :