IHSG Diprediksi pada Kisaran 5.159-5.210
Kamis, 25 September 2014 - 07:53 WIB
IHSG Diprediksi pada Kisaran 5.159-5.210
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi akan bergerak pada rentang support 5.159-5.169 dan resisten 5.188-5.210.
Analis Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola inverted hammer di area middle bollinger band (MBB). MACD masih mendatar dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R melanjutkan penurunan.
Laju IHSG kemarin pada kisaran target support 5.172-5.179 dan sempat bergerak di kisaran target resisten 5.192-5.207. Pergerakan anomali tersebut mengurangi potensi IHSG untuk berbalik arah menguat.
"Namun demikian, diharapkan pelemahan yang terjadi dapat positif," kata dia, Kamis (25/9/2014).
Dia menuturkan, tidak disangka laju IHSG kemarin yang awalnya bergerak positif, jelang akhir sesi langsung terpelanting ke zona merah. Bahkan laju ini terlihat anomali dibandingkan dengan pergerakan bursa saham Asia yang mulai berbalik positif dan rupiah yang juga berbalik terapresiasi.
Pelaku pasar juga tampaknya masih dalam posisi jualan. Entah kebetulan atau tidak, namun pelemahan ini seiring dengan kian gencarnya tuntutan untuk pilkada melalui DPRD (tidak langsung).
Transaksi asing pun masih melanjutkan nett sell yang kemungkinan merespon berita yang dianggap negatif tersebut. Apalagi tuntutan tersebut datang dari koalisi yang berseberangan dengan koalisi Joko Widodo-Jusuf Kalla, sehingga timbul penilaian negatif jika nantinya program-program Jokowi-JK akan banyak yang tidak disetujui.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level tertinggi 5.207,20 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 5.174,01 jelang preclosing dan berakhir di level 5.174,01.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Analis Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG membentuk pola inverted hammer di area middle bollinger band (MBB). MACD masih mendatar dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R melanjutkan penurunan.
Laju IHSG kemarin pada kisaran target support 5.172-5.179 dan sempat bergerak di kisaran target resisten 5.192-5.207. Pergerakan anomali tersebut mengurangi potensi IHSG untuk berbalik arah menguat.
"Namun demikian, diharapkan pelemahan yang terjadi dapat positif," kata dia, Kamis (25/9/2014).
Dia menuturkan, tidak disangka laju IHSG kemarin yang awalnya bergerak positif, jelang akhir sesi langsung terpelanting ke zona merah. Bahkan laju ini terlihat anomali dibandingkan dengan pergerakan bursa saham Asia yang mulai berbalik positif dan rupiah yang juga berbalik terapresiasi.
Pelaku pasar juga tampaknya masih dalam posisi jualan. Entah kebetulan atau tidak, namun pelemahan ini seiring dengan kian gencarnya tuntutan untuk pilkada melalui DPRD (tidak langsung).
Transaksi asing pun masih melanjutkan nett sell yang kemungkinan merespon berita yang dianggap negatif tersebut. Apalagi tuntutan tersebut datang dari koalisi yang berseberangan dengan koalisi Joko Widodo-Jusuf Kalla, sehingga timbul penilaian negatif jika nantinya program-program Jokowi-JK akan banyak yang tidak disetujui.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level tertinggi 5.207,20 di awal sesi 1 dan menyentuh level terendah 5.174,01 jelang preclosing dan berakhir di level 5.174,01.
Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
(rna)
Lihat Juga :