Harga Jual Emas Antam Masih Sama, Buyback Turun

Kamis, 25 September 2014 - 09:32 WIB
Harga Jual Emas Antam...
Harga Jual Emas Antam Masih Sama, Buyback Turun
A A A
JAKARTA - Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari ini masih stagnan selama empat hari berturut-turut. Sedangkan harga beli (buyback) emas turun Rp3.000 per gram.

Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Kamis (25/9/2014), harga jual emas Antam ukuran 1 gram tetap dibanderol pada harga Rp524.000. Sementara harga buyback emas perseroan turun menjadi Rp466.000 dari sebelumnya di harga Rp469.000 per gram.

Harga jual emas ukuran 2 gram dihargai Rp1.008.000, dengan harga per gram Rp504.000. Adapun, harga emas 3 gram dipatok Rp1.494.000 dengan harga Rp498.000 per gram. Harga emas 4 gram senilai Rp1.980.000 dengan harga per gram Rp495.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.475.000 dengan harga per gram dihargai Rp495.000. Harga emas 10 gram dijual Rp4.900.000, dengan harga per gram Rp490.000.

Harga emas 25 gram Rp12.175.000 dengan harga per gram Rp487.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp24.300.000, dengan harga per gram Rp486.000.

Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp48.550.000, dengan harga per gram Rp485.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp121.250.000, dengan harga per gram Rp485.000. Emas ukuran 500 gram dihargai Rp242.300.000, dengan harga per gram Rp484.600.

Sementara harga emas global kembali turun karena data ekonomi Amerika Serikat (AS) di atas perkiraan, yang mendorong naiknya suku bunga dan USD, sehingga meredam permintaan pada logam mulia.

Emas untuk pengiriman segera turun 0,4% menjadi USD1.212,66 per ons, dan diperdagangkan di harga USD1.213,07 pada pukul 09.33 di Singapura. Sementara emas pda 22 September di harga USD1.208,40, terendah sejak 2 Januari 2014.

Emas sedang menuju kerugian kuartalan I tahun ini karena USD menguat ke level tertinggi empat tahun setelah data penjualan rumah baru AS melonjak pada bulan Agustus. Pejabat Federal Reserve pekan lalu menaikkan perkiraan suku bunga di tengah sikapnya mempertahankan suku bunga rendah untuk waktu yang cukup.

"USD akan terus menjadi pendorong. Ada beberapa yang mengambil keuntungan fisik, tetapi tidak cukup untuk membendung kerugian," kata analis di Cinda Futures Co Lv Jie seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (25/9/2014).

Goldman Sachs Group Inc Jeffrey Currie kemarin mempertahankan proyeksi penurunan harga emas menjadi USD1.050 pada akhir 2014.

Sementara emas di Comex New York untuk pengiriman Desember turun 0,5% menjadi USD1.213,80 per ons. kepemilikan aset di SPDR Gold Trust tetap setelah jatuh ke 773,45 metrik ton pada 23 September, terendah sejak Desember 2008.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Emas Antam Kembali...
Harga Emas Antam Kembali Meroket, Tembus Rp2,65 Juta per Gram
Pandemi Covid-19 Tak...
Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Minat Masyarakat Berinvestasi Emas
Harli Siregar: 109 Ton...
Harli Siregar: 109 Ton Emas Antam Asli tapi Ilegal
Harga Emas Terus Meroket...
Harga Emas Terus Meroket Usai Libur Lebaran
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Tembus Rp 14.000
Harga Emas Antam Tembus...
Harga Emas Antam Tembus Rp1 Juta
Berita Terkini
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
1 jam yang lalu
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
4 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
7 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
7 jam yang lalu
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
8 jam yang lalu
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
10 jam yang lalu
Infografis
Harga Emas Menggila,...
Harga Emas Menggila, Kini Tembus Rp1,9 Juta Per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved